Newest Post

Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Gedong Dalapan

| Kamis, Februari 16, 2017
Baca selengkapnya »



Gedong Delapan terletak tak jauh dari stasiun Kota Banjar, tepatnya di Cikabuyutan Barat samping kiri kantor BAPPEDA(Badan Perencanaan Pembangunan Daerah). Gedong Dalapan ini adalah gedung tua milik PT KAI dengan gaya bangunan Eropa bekas masa penjajahan Belanda.

Beberapa tahun yang lalu Gedong Dalapan ini pernah dijadikan asrama Batalyon 323.
Konon katanya dulu gedung-gedung ini berjumah delapan, sesuai namanya. Namun karena pelapukan dan tidak adanya perawatan yang serius, gedung itu kini banyak yang roboh dan hanya menyisakan dua gedung tanpa atap.







Kondisi bangunan yang lusuh tak terawat, bahkan beberapa temboknya mengelupas yang memperlihatkan bata-bata besar itu semakin memberi kesan yang kuat tentang sejarah penjajahan pada masa Belanda.
Saat ini di tempat tersebut terdapat lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak Kartika.

Tempat ini merupakan salah satu peninggalan bersejarah, maka sepatutnya perlu dirawat dan dilestarikan agar perjuangan pahlawan kita dulu tetap terkenang.



Gedong Dalapan

Posted by : Julina
Date :Kamis, Februari 16, 2017
With 0komentar

Bukit Mandalare

|
Baca selengkapnya »


Bukit Mandalare merupakan kawasan bebatuan di tengah kawasan hutan karet karena itu sering dijadikan tempat menambang batu sebagai ladang penghasilan penduduknya. Meskipun kawasan ini sepi (jauh dari perkotaan dan dikelilingi pepohonan), tapi kalian pasti akan menemukan dua-tiga rumah penduduk dan mobil proyek besar bolak balik mengambil tambang bebatuan.

Letak Bukit Mandalare berada di Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Akses menuju tempat ini tidak begitu sulit meski agak jauh dari perkotaan. Bagi kalian yang menggunakan roda empat bisa masuk lewat jalur Desa Rejasari gang dekat polsek Langensari. Tapi kalau cuma ada roda dua kalian bisa ikut jalur gang di Dusun Cibeureum. Sebelum jembatan rel kereta ada gang menanjak di sebelah kiri (kalau berangkat dari arah Banjar Kota). Nah ikuti jalan itu saja sekitar 2-3 km. Tenang, jalannya sudah aspal kok sampai dipertigaan. sepanjang jalan kalian akan disuguhkan pemandangan kebun karet yang indah dan segar.
Untuk bisa sampai ketempat ini kalian tak perlu merogoh kocek sepeserpun. Paling juga untuk bensin perut dan minum, soalnya butuh keringat untuk sampai situ. Hehe..


Seandainya pemerintah kota bisa mengelola tempat yang berpotensi menjadi wisata alam ini pasti akan banyak turis luar kota mancanegara berbondong-bondong datang, deh.

Bukit Mandalare

Posted by : Julina
Date :
With 0komentar

#Day3 #KampusFiksi 10 Days Writing Challenge

| Jumat, Januari 20, 2017
Baca selengkapnya »
HAL YANG INGIN DICAPAI TAHUN INI

Tanggal 20 Januari 2017, belum terlalu terlambat untuk menuliskan hal yang ingin dicapai tahun ini, bukan? Toh lain hari mungkin akan bertambah lagi keinginan-keinginan yang lain. Umur makin bertambah kok keinginan juga makin nambah, ya.

Orang yang sedikit berbicara sepertiku mungkin ngga akan bisa mengikuti arus perkembangan zaman. Kudet, terbelakang, tulalit, pea dan segala tetek bengeknya bakal menempel lama kalau tidak segera ditindak lanjuti. Makanya aku pengen rubah kebiasaan burukku dari sekarang (dari dulu tiap hari juga berusaha berubah, sih). Salah satu caranya adalah mulai melek lingkungan. Melek peduli atas hal kecil apapun yang ada. Melek kesempatan dan peluang apapun untuk dicoba. Melek komunikasi, baik verbal maupun nonverbal, media maupun nonmedia, audio maupun visual, dan segala hal yang berkaitan saat berhubungan dengan orang lain. Hal pendukung keberhasilannya adalah, kepiawaian dalam berbiacara, alias keterampilan cerewet. Musti belajar cerewet dari sekarang!

Semakin aku dewasa, semakin banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Beli ini beli itu, ingin begini ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali, udah macem lagu Doraemon lah. Tapi dala kehidupan tidak selamanya kita berada di atas, kadang kita perlu merasakan di bawah karena itulah roda kehidupan. Kalian belum akan merasakan kehidupan jika tidak berputar pada roda itu. Tapi bukan berputar seperti di komidi putar, ya. Apalagi berputar di roda mobil. Kelindes ntar. Nha, tidak selamanya kita harus selalu mengeluarkan(hal materi), kita juga perlu belajar bagaimana mendapatkannya. Pengen deh tahun ini mulai belajar dan merasakan bagaiamana menjadi seorang wirausaha. Aku bisa mendapat banyak pelajaran dari berwirausaha seperti bagaimana berkomunikasi yang baik dengan pelanggan, menghitung dana keluar masuk dengan teliti, memperkiraan penyediaan barang, cekatan dalam menanggapi keluhan, banting tulang berkorban melewati rintangan, ancaman pasar dan segala macam operasional penjualan lainnya. Hasil usahaku ini bisa aku kumpulkan untuk membeli rumah atau bekal lain di masa depan. Yang penting biar suamiku nanti ngga terlalu kerepotan mengurus keluarga baru kecilnya.

Untuk membunuh waktu, aku melakukan apa yang aku suka. Menggambar, memotret, menulis, membaca, menerjemahkan, apapun itu. Suatu hari aku ingin mendapatkan penghasilan dari salah satu passionku itu. Belakangan ini aku mencoba banyak hal baru sehingga membuatku tidak terlalu fokus pada satu pekerjaan. Ini membuat hobiku belum ada yang terasah, barang satupun belum. sering aku bertanya pada diri sendiri, “hingga saat ini hal apa yang aku lakukan yang bisa membuahkan hasil?”. Dan aku belum menemukan jawabannya. Karena itu aku perlu mempertajam bakat dan memfokuskan hobiku pada satu bidang terlebih dahulu. Jika sudah mahir baru kemudian bisa lanjut ke hobi yang lain. Hal ini bisa dimulai dari menulis. Menulis challenge ini misalnya, benar-benar berat. Kehabisan ide, ngga tau struktur kepenulisan, ngga bisa bedain kata baku, style tulisan belum jelas, dsb. Tapi gapapa. Ini baru langkah awal. Memang selalu berat dulu, kalau sudah terbiasa akan terasa ringan. Bukankah kalian bisa melakukan sesuatu karena kebiasaan? Yang penting nikmati prosesnya. Betul?

Aku tipe orang yang ngga suka keluar rumah buat keluyuran atau jalan-jalan ngga jelas dan buang-buang waktu. Aku lebih suka menghabiskan waktu di kamar. Di kamarku sudah tersedia banyak fasilitas sederhana yang bisa bikin betah. Teman-temanku sering bertanya padaku, “Ngga keluar rumah? Emang ngga bosen?”. Jawabanku NO. My room is my paradise. Tapi bukan berarti aku selalu di kamar dari semenjak bayi sampe badan segede gaban gini, lho. Aku memang jarang main gaje keluar rumah. Tapi sekalinya main keluar tuh mainnya jauuuuuuuh... main ke beda kota, beda pulau, beda negara, dan beda planet kalau bisa. Hehe... karena aku berjiwa mencoba hal baru, aku pernah ingin melamar pekerjaan di luar kota. Sayang, keluargaku sama sekali tak mengijinkan. Alasannya banyak. Sebagai anak penurut aku ngga bisa bantah. Tapi pernah aku memberanikan diri bertanya apa aku diijikan seandainya bekerja di luar negeri. Aku sudah bersiap-siap untuk mematahkan hati. Ehhh.. respon mereka seperti agak positif (hamil?). Yang deket ngga diijinin, eh jadi yang jauh banget aja sekalian. Aku pengen deh ngerasain kerja di luar negeri. Biar ilmu Bahasa Inggris yang sudah dipelajari selama 10 tahun lebih ini terpakai pada tempatnya. Bertemu orang-orang baru, lingkungan baru, keluar dari zona nyaman, dan mandiri. Bonusnya? Gaji bejibun plus jalan-jalan ke tempat keren. Hehe..

Hal terakhir yang ingin aku capai dalam tulisan ini adalah, naik kuda. Iya naik kuda. Aku belum pernah naik kuda tanpa tidak dikawal pawangnya. Pernah naik kuda itu sewaktu khatam Al-Quran semasa kecil dan terakhir kemarin pas di tempat wisata ada penyewaan naik kuda. Kurang seruuuu.. aku pengen naik kuda yang bisa ditunggangi sendiri. Menaiki kuda yang kekar, berkulit mulus, berambut panjang menjuntai ketika dia berlari membawa si penunggangnya. Uhhhhhhh... keren, Mak!!!! Pokonya tahun ini kudu kesampaian naik kudanya.


Selain kelima hal itu, masih banyak hal yang ingin dicapai. Tapi ngga mungkin semua akan dilakukan dan terkabul tahun ini. Ya minimal dibayangin dulu, dikonsep, diancang-ancang, nah baru deh kalau sudah siap atau terdesak tinggal action. Sebagai manusia yang baik, tentu hal yang ingin kita capai pada umumnya adalah menjadi yang lebih baik dari sebelumnya, bukan?

#Day3 #KampusFiksi 10 Days Writing Challenge

Posted by : Julina
Date :Jumat, Januari 20, 2017
With 0komentar

#Day2 #KampusFiksi 10 Days Writing Challange

| Kamis, Januari 19, 2017
Baca selengkapnya »
3 Hal yang Kemungkinan Besar Bisa Membuatku Histeris


Aku adalah tipikal orang yang cuek dan ngga gampang terprovokasi pada keadaan lingkungan sekitar. Yaa kata lainnya manusia datar gitu, deh. Ketika seseorang menjelek-jelekkan atau membangga-banggakan orang lain sampai mulut berbusa dengan segala jurus ekspresi dikerahkan sehingga membuat pendengarnya terkesima dan ikut ketularan, namun tidak berefek denganku. Aku hanya akan mendengar dan menyimak secukupnya. Menangkap yang baik, membuang yang buruk. Selesai.

Tapi kalau ditanya hal apa yang bisa membuatku histeris, ada beberapa kemungkinan yang perlu dipertimbangkan tentang kebenarannya (saking ngga percayanya bakal terjadi).

Pertama, kehilangan seseorang yang disayang. Entah itu keluarga ataupun sahabat. Kehilangan dalam hubungan silaturahmi mungkin masih bisa dimengerti. Kalau ada hubungan yang kurang berkenan dan jalannya harus putus atau jarang bersilaturahmi, maka aku hanya akan mendoakan yang terbaik untuk mereka. Meminta pada Tuhan agar mereka selalu dalam keadaan sehat, tiada pernah putus rejekinya, dan selalu dilapangkan ketika mendapatkan musibah. Tapi bagaimana kalau mereka ternyata pergi untuk selamanya? Aku mungkin ngga akan siap dan menganggap itu hanya kebohongan belaka. Aku mungkin akan kelabakan dan membabi buta mencari kebenaran yang sesungguhnya, mungkin dengan teriakan, atau pemberontakan, atau tak sadarkan diri, atau mungkin melakukan sesuatu hal diluar dugaan. Ngga kebayang deh apa yang bakal terjadi.

Kedua, bisa hidup mandiri dengan penghasilan sendiri lewat passion. Sampai usiaku kepala dua ini pun aku masih belum tau passionku sesungguhnya apa. Aku suka mencoba banyak hal. Tapi tak terfokuskan pada satu hal. Mencoba yang satu belum sampai full sudah pindah ke hal lain. Itulah salah satu sifat burukku. Makanya kalau aku menemukan passionku yang sesungguhnya yang hasilnya bisa menghidupi kebutuhan sehari-hari dan masa depanku, pasti bakal bikin ngga nyangka. Aku bakal flashback ;agi apa yang aku jalani. Rintangan apa saja yang sudah aku lewati. Siapa saja yang sudah menemani perjuanganku. Mengenang semuanya ketika sudah mendapat kemudahan dalam menuangkan passion. Ahh, sungguh momen yang menyenangkan. Sambil menceritakan kisah perjalanan itu pada orang tersayang dengan perasaan menggebu-gebu. Bercampur dengan canda tawa, tangis, dan mungkin sambil guling-guling.

Ketiga, bertemu dengan orang-orang hebat. Orang yang hebat bukan berarti harus terkenal oleh khalayak ramai. Berdandan nyentrik, mengantongi bertumpuk kertas uang di dalam dompetnya, atau yang pintar ber-acting dan tebar pesona kesana kemari. Orang hebat yang aku maksudkan adalah dia yang memiliki pengalaman manis pahitnya kehidupan dan berkomitmen tinggi untuk mengubahnya menjadi lebih baik setiap hari. Jatuh bangun dan kerasnya kehidupan ia jadikan pelajaran. Namun ia tak pernah menyerah mengejar apa yang ia yakini dengan kuat. Aku suka dan kagum dengan orang seperti ini. Aku akan menjadikannya teladan dan contoh yang baik untuk mengubah diriku juga.


Sebenarnya ngga tau hal apa yang bisa membuatku histeris. Karena pada dasarnya aku menanggapi suatu hal tidak dengan over. Biasa saja, mengikuti arus. Karena pada dasarnya semua pasti ada solusinya, semua pasti ada hikmah di dalamnya. Ketiganya mungkin terdengar biasa saja. Memang. Karena memikirkannya pun aku harus bolak balik tanya pada diri sendiri.. ‘Emang ada ya yang bisa bikin aku histeris?’ Hihi.. Tapi jika ketiga hal tersebut terjadi, memang perlu mendapatkan perhatian khusus yang ngga bisa di’biasa’kan.

#Day2 #KampusFiksi 10 Days Writing Challange

Posted by : Julina
Date :Kamis, Januari 19, 2017
With 2komentar

KAMPUS FIKSI 10 DAYS WRITING CHALLANGE #DAY1

| Rabu, Januari 18, 2017
Baca selengkapnya »

TIPE KEKASIH YANG AKU DAMBAKAN

Sebenarnya agak canggung menulis soal yang satu ini karena aku belum pernah membahasnya dengan siapapun. Tapi akan aku coba tuangkan apa yang ada dalam pikiranku tentang kekasih dambaan.

Tipe kekasih yang aku dambakan dulu hanya terpaut pada fisik. Biasa lah, kalau masih puber liat ada suatu hal yang menarik dari lawan jenis langsung dicomot dalam list tipe kekasih dambaan. Mulai dari yang berkacamata, rambut ikal, kulit putih, maskulin, hidung mancung, kurus tinggi, dsb. Tapi sekarang ngga sebanyak itu, sih. Aku suka laki-laki berambut ikal. Entahlah kenapa, tapi mereka keliatan punya pemikiran berbeda dari yang lain, bebas namun ngga keluar aturan, dan juga... kreatif. Pasti ada-ada saja ide aneh yang muncul dari otaknya sampai-sampai membuat rambutnya keriting. Aku juga suka laki-laki dengan berat proporsional. Ngga kurus, ngga juga berisi, apalagi berotot besar seperti Ade Rai. Agak risih dan serem liat otot-ototnya. Boleh lah berotot, tapi dengan porsi berat badan yang pas. Kulitnya ngga perlu terlalu putih, yang penting bersih. Ngga ada jerawat, kudis, kurap, kutu air dan segala macam penyakit kulit lainnya. Itu berarti dia pinter menjaga kulit. Kulitnya aja dijaga apalagi calon istrinya. Hehe.. yang mancung bisa memperbaiki keturunan juga deh kayanya. Tapi terlepas dari fisik berambut ikal, berat dan tinggi proporsional, kulit bersih juga hidung mancung, bakal ngga ada apa-apanya kalau dia ngga bisa menarik secara emosional.

Secara emosional aku akan tertarik jika lelaki itu mempunyai sifat kepemimpinan. Setidaknya bisa memimpin diri sendiri. Paham bagaimana harus bersikap, menempatkan sesuatu pada tempatnya, dan melakukan sesuatu dengan pertimbangan sebelum bertindak. Ketika sudah memimpin ia juga harus bisa bertanggungjawab, siap menanggung risiko apapun, dan mampu memecahkan masalah dengan solusi yang bijak. Ia sayang pada keluarga dan orang tuanya, terutama pada ibu. Belumlah terlihat ia sayang pada istrinya jika ia belum sayang pada ibu yang telah susah payah mengandungnya selama 9 bulan. Nah, karena aku orangnya pendiam, pasti akan lengkap kalau lelakinya cerewet. Bukan banyak ngomong doang, lho, ya. Tapi suka bergaul dengan siapa saja, ngga pilih-pilih teman, pergaulannya luas dari anak-anak sampai yang dewasa. Dari lingkungan yang luas itu dia bisa ambil pelajaran banyak untuk dimanfaatkan dalam kehidupannya. Kalau ditambah sifat humoris, nih... duhhh cocok deh mencairkan hati para si pendiam. Seorang yang pendiam pasti jarang sekali ngobrol. Maka ia harus paham diriku yang sesungguhnya dan memberikan perhatian penuh sehingga membuatku nyaman bersamanya. Seringkali kita tertipu tentang sifat seseorang dari penampilan. Lelaki yang sekilas berpenampilan cool, kharismatik dan cuek tapi sebenarnya cerewet, tukang bikin nyengir dan suka membuat kejutan itu dapet nilai plus dariku. Satu hal lagi yang bikin kesengsem kalau membicarakan lelaki idaman, yaitu pintar mengaji. Setiap hari ia baca Al-qur’an barang satu ayat pun, sehingga timbul sendiri niat untuk belajar seni baca Al-qur’an yang semakin membuatnya tak pernah lupa pada agama dan Tuhan.


Seperti itulah kira-kira tipe lelaki yang aku dambakan. Meski sekarang masih menutup diri terhadap lawan jenis soal perasaan, Insya Allah ketika sudah bertemu nanti, bagaiamanapun keadaannya aku akan siap menerima segala kelebihan dan kekurangan yang ada. Meski perjalanan kesendirianku masih panjang entah sampai kapan.

KAMPUS FIKSI 10 DAYS WRITING CHALLANGE #DAY1

Posted by : Julina
Date :Rabu, Januari 18, 2017
With 0komentar

Munggahan Galunggung 2016

| Jumat, Juli 01, 2016
Baca selengkapnya »

Menyambut datangnya bulan suci Ramadan (dalam Bahasa Sunda biasa disebut Munggahan) tahun 2016 ini, kami merencanakan pergi mendaki. Tapi pendakian ini berkategori ringan. Maksudnya ngga nginep, juga gunungnya ngga tinggi alias tempat wisata bertangga. Yep! Gunung Galunggung, Tasikmalaya-lah tujuan kami.

Aku, Teipitutut, Tiwi, Fitri, dan Zian (teman Fitri), berangkat pagi bertemu di area parkiran sekitar jam 10 pagi. By the way, lokasi tempat parikirannya baru digarap sepertinya. Mungkin sudah antisipasi Munggahan akan banyak pengunjung membludak datang kesana. Lokasinya ada di bawah parkiran utama, berjarak sekitar 500 meter. Parkiran baru ini dikhususkan untuk pengendara motor, sedangkan untuk pengendara mobil berada di parkiran utama. Lalu bagaimana cara kita menjangkau parkiran utama dari parkiran baru ini? Tentu saja. Tangga baru!!! Tangga utama aja udah bikin tulang bengek, lah ini ketambahan tangga baru yang masih tanah berpijakan ditahan sama bambu. Tapi tetep semangat melaju ke puncak, yah!

Setelah beratus-ratus anak tangga dilewati, akhirnya jam 11 lewat kami sudah berada di puncak. Beristirahat sekitar 5 menit kemudian melanjutkan perjalanan menuju kawah. Kami berencana membangun tenda dan makan-makan di sana. Untuk sampai ke kawah kami harus memutar area puncak ke arah barat dan turun melewati jalan berpasir. Eits, hati-hati ya turunnya. Selain agak licin, kalian juga bisa membawaoleh-oleh kerikil ketika turun dari sana. Saat turun, langkahkanlah kaki menggunakan tumit agar tidak nyorodot (red:terpeleset). Perjalanan pun akan terasa seolah kalian bermain ice-skating. Heheh... oh ya, karena ga ada tongsis, bahan alami pun disulap sedemikian rupa menjadi alat bantu eksis bersama (kayu) :D
Area berpasir untuk turun ke kawah Gunung Galunggung

Tongsis tren 2016, katanya...

Setelah sampai di spot yang nyaman, kami langsung menyingkapkan tenda dan mempersiapkan makanan. Saatnya bakar ikan. Rujak. Makaaaan. Yeaaaahhh!!!..

Seksi konsumsi beranggotakan ibu Fitri dan mbak Zian :D

mbak Tiwi sedang bersungguh-sungguh mengulek cabai pedas sebagai akibat pelampiasannya atas perlakuan dosen pembimbing yang menyebalkan beberapa bulan lalu *eh

Ikannya banyak gaya. Udah mau dimakan aja pada kumpul minta eksis dulu.

bakar kayuuu.. eh, bakar ikaaaaan....


Perut buncit, tas bawaan kempes. Haha.. karena udah pada ngga muat dimasukkin perut lagi, akhirnya rujak dibagikan ke orang yang lewat oleh Ms. Tiwi ahli menawarkannya. Hehe.. Istirahat sekitar 30 menit. Jam 3 sore langsung beres-beres lagi bongkar tenda dan packing peralatan beserta sampah. Pelajaran terpenting saat mendaki: jika tak mau membersihkan sampah di gunung, setidaknya bawa kembali sampah yang telah kau bawa. Yukk ah eksis dulu..


Baru nyampe puncak lagi, kami sudah dibuat panik sama kelakuan Fitri. Ia baru sadar tadi meninggalkan kunci motor menggantung di parkiran. Ia dan Zian turun paling depan, ingin cepat-cepat memeriksa apakah kunci masih menggantung disana, atau disimpan tukang parkir, atau mungkin sudah raib bersama dengan motornya. Hari sudah mulai gelap. Dari atas puncak terlihat parkiran bawah sudah lengang oleh motor, sepertinya tinggal motor kami yang terparkir. Yang lain sudah pulang semua. Terlihat Jidou masih bertengger di sana. Tapi ngga jelas apakah motor Fitri ada di sampingnya.

Kami bertiga segera menyusul Fitri di parkiran bawah. Alhamdulillah ternyata motornya masih ada. Kunci ditemukan oleh tukang parkir dan disimpan dengan aman. Bisa gawat kalo ilang tu motor. Masa dia pulang pake ngesot. Hehe..



Zian (mungkin) sedang eksis dengan motor tumpangannya yang selamat. Hehe..
5.30 kami berpisah di tempat parkiran menuju kediaman masing-masing. Aku nganterin teh Ayu dulu ke Ciamis. Maghrib dijalan. Nyampe rumah jam 7. Dan langsung tepar..

Thank you for this fun day, friends. Semoga puasa kita esok selalu diberkahi Allah selama satu bulan penuh. Aamiin ya rabb..

Munggahan Galunggung 2016

Posted by : Julina
Date :Jumat, Juli 01, 2016
With 0komentar
Tag : ,

Bermain Dengan Blog, Apa Gunanya?

| Kamis, Oktober 22, 2015
Baca selengkapnya »

Kalau ditanya, “Demen banget sih blogging, buat apaan? Apanya yang menarik berlama-lama depan komputer sambil edit tulisan sana-sini? Buang-buang waktu aja deh”. Bagi sebagian orang, nge-blog emang keliatan ngebosenin. Tapi ya hobi orang beda-beda. Aku sih lebih senang menulis ketimbang ngobrol panjang lebar. Kalau ngobrol kan kadang suka kepotong sama lawan bicara, terus ujung-ujungnya jadi lupa deh mau ngomong apa. Hihi..

Meskipun aku suka nulis, tapi tulisanku belum tentu bagus. Aku berusaha mengasah writing skill-ku ini dengan menuliskan apa aja yang aku pikirkan. Lalu bagaimana aku bisa tahu ada progress atau tidak? Tentu aku membutuhkan penilai, yaitu teman-temanku yang sering aku repotin dengan membaca hasil tulisanku. Lalu mereka dipaksa memberi komentar dan saran untuk perbaikan tulisanku itu. Lalu apa medianya? Iya, tentu saja blog.

Sejak duduk di SMK, aku mulai mengenal apa itu blog. Karena pada waktu itu dalam mata pelajaran Komputer ada materi blogging. Mulai dari cara membuat blog, mengubah tampilan, mengedit html, hampir semua materi tentang blogging dipelajari. Dulu sih karena ngga terlalu tertarik jadi aku ngga terlalu serius menekuni blogging. Sekarang baru tahu kalau blogging memang cukup menyenangkan. Mengatur tampilan ibarat mengecat tembok, menulis isi postingan ibarat mengisi alat-alat properti yang dibutuhkan. Kaya lagi bikin tempat tinggal milik sendiri gitu. Jadi, harus dibuat senyaman-nyamannya pemilik rumah. Hehe..

Beberapa tahun ini, aku baru mendalami apa itu pengertian blogging lebih jauh. Ternyata dari nge-blog kita bisa dapet uang. Banyak blogger yang sudah mulai melejitkan keahliannya dalam blogging dan mendapatkan jumlah uang yang menurutku ngga sedikit. Wah, bikin makin semangat corat-coret blog nih. Apa aja bisa deh dicorat-coret, yang penting nulis dan tulisannya bermanfaat bagi orang lain. Hehe.. Dalam blogging, meskipun belum bisa dapet uang seperti mereka, pokonya aku tetep semangat buat nulis demi meningkatkan writing skill. Aku tak boleh menyerah. Ha ha haaa *lalu berpose ala pahlawan bertopeng*

Oh iya, sebelum nulis di blog, aku biasa corat coret dulu di Mas Word. Ini memudahkanku untuk bisa menyunting dan membaca kembali terlebih dahulu hasil tulisanku sebelum diposting. Setiap postingan juga selalu aku bubuhi gambar, biar ada nuansa tema postingan gitu. Aku juga masih suka gonta-ganti template belum lama ini. Demi mencari kecocokan dengan tema ‘rumah’ yang aku inginkan. Maklum, masih alay/labil amatir. Hehehe..

Nah... salah satu yang menggerakkan aku menulis seperti ini adalah postingannya Emak Gaoel dengan tema Go For It tentang lomba menulis apa yang dikejar dalam kegiatan blogging. Baru nemu infonya 2 hari sebelum deadline. Untung ada mas ilham (inspirasi dan mood.red) nemenin di meja kerja. Ngga ada tujuan lain untuk nulis postingan ini selain mendapatkan hadiahnya berbagi tulisan. Hehehe..

By the way, bagiku apa sih yang dikejar dari blogging? Belum fokus memandang ke hal materi sih, lebih mengejar ke arah profesionalisme dulu. Kalau sudah professional kan uang pasti pada ngantri mau masuk ke dompet kita, betul? Jadi, blog adalah sarana yang aku pakai untuk mengembangkan bakat menulis yang terpendam dalam diriku beribu-ribu tahun  lamanya. Hahaha.. *mulai alay*
Ya, dari kegiatan blogging ini, selain bisa mengantarkanku pada profesionalisme, mudah-mudahan bisa mengantarkanku juga pada ladang karung ilmu dan uang. Karena berbagi tanpa pandang bulu itu menyenangkan.
Blog Emak Gaoel
Go For It Blog Competition

Bermain Dengan Blog, Apa Gunanya?

Posted by : Julina
Date :Kamis, Oktober 22, 2015
With 2komentar

A Letter for You That I Won’t Tell

| Sabtu, September 05, 2015
Baca selengkapnya »
Seorang teman yang sedang belajar bahasa Inggris memintaku memperbaiki kalimat bahasa Inggris yang ia buat dalam bentuk surat seperti ini lalu menerjemahkannya kembali dengan taste dan tone yang nendang. hehehe.. well, setelah aku tulis ulang jadilah seperti ini. Tapi gatau enak dibaca apa ngga. Untuk lebih jelasnya mengenai apa isi surat itu, baca sendiri aja deh ya. Hihi.. Let’s check it.




Dear Yellow Ranger,

I dunno why I should write this private letter
Suddenly I remember of you, of our memories
But I can’t chat you, I can’t tell you what in my tought is right now
So, let this letter accompany me
And make it as if it is you..

Several monts ago, our relationship is getting closed, eh?
I feel comfortable to chat you, entertain you, accompany you
Everytime you need, as long as I can.
But this relationship is not like falling in love between boy and girl
I dont bring it up, really, as long as I can accompany you, that is not a big problem for me.

Onetime, you clearly said you want to make it happen
But again, you said it too late, by saying that you would had another girl in your side
This girl was your mom’s spontaneous choice
That, if you refuse it, your mom will break her lovely relationship.
You said you want to refuse, I said try it first. You don’t know a person so well before taking any introduction, right?
Then I let you try it, really..

Days after that, you came. Told me that your both realtionship is better than our prediction
I was really glad to hear that
Until you said, you were still thinking of me, wanted to make your late wish comes true
I know everything since then, really..

I decided to go far away from you
Because if I’m still in your side, I know you will devide your heart into two
You agreed it, you didn’t stop me to take this way
At that time, if you have stopped me, I would. Really. But you didn’t.
So I let you to choose her, to save your mom from strom of chaos
Even I get some “not important pains” here, really..

I wouldn’t say it to you, because your pain would be more than mine
So let me get it first before you and your family.
I said I don’t take any feeling in our relationship, I dont have any hopes hanging on your back, may be it is right maybe it is not.
I just feel sorry for our friendship which should be end like this, really..

We can’t keep in touch any longer
Even you had ever come back again, I just can’t admit you to be my friend
Because i know if I do, it will hurt you
I just can pray the best for you, and her, and family.
The thing that I can do is..
I let you think that I am snobbish. Yeah. Eventhough I don’t want it. Really.


Your Old Friend,


Inah.

Ps. Let me know that you both will be preparing marriage party, oke? ;)

A Letter for You That I Won’t Tell

Posted by : Julina
Date :Sabtu, September 05, 2015
With 0komentar
Tag :

A Letter for Te Ipit Utut

|
Baca selengkapnya »

I wrote this letter fully in English. I'm sure you know the reason why. So please read it carefully. Everyword in this letter comes from my deepest heart.

Once when you meet someone, you’ll leave them someday.

I just realize this words lately when I know our relationship can’t be simply called a relationship. I start to like you, I start to love you, I start to save your existence in this heart. But you know what? My thought never want to admit it. You know the reason why? Because I know, everytime we love someone, it will get more pain when the farewell comes between us. So I dont want to take any risks. I dont want to admit it, that you have stolen my heart deeply.

Our sweet relationship was built from daily togetherness. You do know I am introvert, passive, silent, and shy person. That’s why it was valuable moment in my life to meet you. You taught me everything that I dont understand about this life. And slowly, I started changing my personality into the better one, like what you taught me. I really thank to god for giving me time to meet an angel like you.

Now, our togetherness might not be like before. We might also not be able to meet everyday. Because the last task that we started it toghether has been finished. Our journey, that we usually pass by together, is coming to the end. And when we are coming to the end, we should take our own path separately.

Honestly, I dont want to come to this end of journey. I cant let you go far away from me. I dont want it to be happened. Im so afraid to loose you. Im afraid you will be different from now, you’ll be like a stranger as if we dont know each other someday. Because all I want is just to be in your side, I want to grow up together with you until I cant open my eyes.

Do you still remember our wishes for the future? You want me to build a house next to your house someday when we will got married. Our children should be a pair. Your child will be girl, mine will be boy, or vice versa. And then our children can get merried so we will still keep in touch more and more. Ah.. just cute wish. But want to make it happen too.

You always make my day everytime. You taught me how to sing. Now my voice is better than before, I guess. You taught me how to communicate something with people, I accustomized to great some people and talk to or ask for something I need to take any conversation. And yeah, you changed my life. Like a light from the stars which enlight the dark sky at night. Feels so charm and looks so beautiful.

Every person has their own privacy eventhough they have someone important in their life. So di I and you. You never show your sadness to me. I know you have big troubles in life, but you never let me know about it. Everytime I ask you what is happening, you have no words for me, say that everything is oke. I understand that your secret might really privacy. I respect it. But honestly, I want to diminish all burdens hanging on your sholder. I can’t do nothing if you don’t want me to know. I just have to pray the best for you everytime. Yeah.

I’m remembering all of our memories this late 2 years in this letter. Now I dunno why suddenly tears on my eyes come down. Can’t hold it any longer. I want to push it, I dont want to admit that I miss you so.

For this time, in the end of our long journey, I dont want to say farewell. You dont have to say it too. I dont want to hear it, oke. Let’s say that we just need to take a new journey individually, but in the end of our individual journey, we’ll meet again. Yeah, we will. So let’s go. Let’s see what are some the differences between we now and we tomorrow. Our score of journey might be different, but our togetherness wouldn’t.

Please listen to my message. Listen to and do it. Since I cant follow you anymore, can’t accompany your days, can’t look after you in bad day, then please take care of yourself. If there’s something bad happen to you, I will not stop blaming my self for not being in your side everytime. I know someday everything will change, I will prepare my self for some changes of yours or mine. At last, I thank you for everything I had from you now. Great thanks for you my dear friend. Please always be my light. J


A Letter for Te Ipit Utut

Posted by : Julina
Date :
With 3komentar
Tag :
Prev
▲Top▲