Newest Post

Tampilkan postingan dengan label Stories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stories. Tampilkan semua postingan

Book Review Doctor Zhivago Karya Boris Pasternak

| Minggu, Februari 26, 2017
Baca selengkapnya »

Judul: Doctor Zhivago 
Penulis: Boris Pasternak
Penerjemah Bahasa Indonesia: Haryo Dipo Adinegoro
Penerbit Narasi 2007

Kisah ini berada pada awal masa Perang Dunia 1. Dimana Revolusi mulai marak di kalangan masyarakat Rusia. Orang-orang tertentu menginginkan kekuasaan pribadi untuk menguasai negaranya, yang pecah menjadi Tentara Putih dan Tentara Merah. Yury Zhivago yatim piatu sejak remaja, kedua orang tuanya meninggal akibat akar konflik perang tersebut. Ketika tumbuh dewasa ia  adalah seorang dokter terkemuka di Moscow. Ide-idenya dipandang berbeda dari yang lain dan tidak sesuai aturan setempat. Hal itu yang membuatnya sering dikucilkan lingkungannya.

Suatu ketika, beberapa tahun setelah menikah dan memiliki anak dengan Tonya(teman masa kecilnya), ia pertama kalinya bertemu dan berbicara dengan Lara di Kota Yuryatin. Lara adalah orang yang pernah Yury temui 2 kali saat masa remajanya namun ia tahu kehidupan kelam perempuan itu seperti apa, yang membuat Yury bersimpati dan timbul rasa ingin melindunginya. Sayangnya Lara pun sudah menikah dan memiliki anak. Saat mereka bertemu, suami Lara sedang mengikuti perjuangan perang revolusi dan istri Yury berada di kota berbeda. Mereka semakin dekat layaknya suami istri, tanpa di ketahui Tonya dan Pasha (Sterlnikov, Pemimpin Tentara Putih yang juga merupakan suami Lara).

Pada akhirnya, Pasha dan Tonya paham bahwa pasangan mereka tidak menginginkan keberadaan mereka. Maka mereka merelakan dua pasangan yang saling melengkapi satu sama lain itu (Yury dan Lara) untuk bisa bersama. Pasha yang berhasil selamat dari maut peperangan dan sempat dikabarkan meninggal memutuskan untuk bunuh diri ketika tahu Lara pergi. Sedangkan Tonya pergi ke Rusia demi menghindari konflik perang revolusi bersama anak dan calon bayi dalam perutnya meninggalkan Yury.

Yury dan Lara tinggal bersamadi tengah hutan yang dingin bersama srigala-srigala liar, jauh dari peradaban. Jejak mereka dicari aparat karena diduga telah mengungkapkan gagasan yang tidak sesuai dengan pemerintahan revolusi kejam yang baru.

Suatu hari salah satu orang penting di pemerintahan, Sterlnikov, yang juga merupakan perusak masa lalu Lara, datang menjemput Lara dan Yury untuk melindunginya dari kejaran aparat. Namun Yury menolak karena tak percaya pada Sterlnikov. Akhirnya Lara yang pergi, Yury tetap tinggal. Beberapa detik setelah kepergian Lara, Yury tersadar ia telah kehilangan semuanya. Hingga beberapa tahun kemudian ia tak pernah bertemu lagi dengannya. Beberapa kali jatuh, Yury mencoba bangkit kembali dengan sekuat tenaga menjalani hidup hampanya. Setelah berhasil menghasilkan karya tulis yang bermanfaat bagi orang lain, ia akhirnya meninggal dunia.

Book Review Doctor Zhivago Karya Boris Pasternak

Posted by : Julina
Date :Minggu, Februari 26, 2017
With 0komentar

Gedong Dalapan

| Kamis, Februari 16, 2017
Baca selengkapnya »



Gedong Delapan terletak tak jauh dari stasiun Kota Banjar, tepatnya di Cikabuyutan Barat samping kiri kantor BAPPEDA(Badan Perencanaan Pembangunan Daerah). Gedong Dalapan ini adalah gedung tua milik PT KAI dengan gaya bangunan Eropa bekas masa penjajahan Belanda.

Beberapa tahun yang lalu Gedong Dalapan ini pernah dijadikan asrama Batalyon 323.
Konon katanya dulu gedung-gedung ini berjumah delapan, sesuai namanya. Namun karena pelapukan dan tidak adanya perawatan yang serius, gedung itu kini banyak yang roboh dan hanya menyisakan dua gedung tanpa atap.







Kondisi bangunan yang lusuh tak terawat, bahkan beberapa temboknya mengelupas yang memperlihatkan bata-bata besar itu semakin memberi kesan yang kuat tentang sejarah penjajahan pada masa Belanda.
Saat ini di tempat tersebut terdapat lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak Kartika.

Tempat ini merupakan salah satu peninggalan bersejarah, maka sepatutnya perlu dirawat dan dilestarikan agar perjuangan pahlawan kita dulu tetap terkenang.



Gedong Dalapan

Posted by : Julina
Date :Kamis, Februari 16, 2017
With 0komentar

Bermain Dengan Blog, Apa Gunanya?

| Kamis, Oktober 22, 2015
Baca selengkapnya »

Kalau ditanya, “Demen banget sih blogging, buat apaan? Apanya yang menarik berlama-lama depan komputer sambil edit tulisan sana-sini? Buang-buang waktu aja deh”. Bagi sebagian orang, nge-blog emang keliatan ngebosenin. Tapi ya hobi orang beda-beda. Aku sih lebih senang menulis ketimbang ngobrol panjang lebar. Kalau ngobrol kan kadang suka kepotong sama lawan bicara, terus ujung-ujungnya jadi lupa deh mau ngomong apa. Hihi..

Meskipun aku suka nulis, tapi tulisanku belum tentu bagus. Aku berusaha mengasah writing skill-ku ini dengan menuliskan apa aja yang aku pikirkan. Lalu bagaimana aku bisa tahu ada progress atau tidak? Tentu aku membutuhkan penilai, yaitu teman-temanku yang sering aku repotin dengan membaca hasil tulisanku. Lalu mereka dipaksa memberi komentar dan saran untuk perbaikan tulisanku itu. Lalu apa medianya? Iya, tentu saja blog.

Sejak duduk di SMK, aku mulai mengenal apa itu blog. Karena pada waktu itu dalam mata pelajaran Komputer ada materi blogging. Mulai dari cara membuat blog, mengubah tampilan, mengedit html, hampir semua materi tentang blogging dipelajari. Dulu sih karena ngga terlalu tertarik jadi aku ngga terlalu serius menekuni blogging. Sekarang baru tahu kalau blogging memang cukup menyenangkan. Mengatur tampilan ibarat mengecat tembok, menulis isi postingan ibarat mengisi alat-alat properti yang dibutuhkan. Kaya lagi bikin tempat tinggal milik sendiri gitu. Jadi, harus dibuat senyaman-nyamannya pemilik rumah. Hehe..

Beberapa tahun ini, aku baru mendalami apa itu pengertian blogging lebih jauh. Ternyata dari nge-blog kita bisa dapet uang. Banyak blogger yang sudah mulai melejitkan keahliannya dalam blogging dan mendapatkan jumlah uang yang menurutku ngga sedikit. Wah, bikin makin semangat corat-coret blog nih. Apa aja bisa deh dicorat-coret, yang penting nulis dan tulisannya bermanfaat bagi orang lain. Hehe.. Dalam blogging, meskipun belum bisa dapet uang seperti mereka, pokonya aku tetep semangat buat nulis demi meningkatkan writing skill. Aku tak boleh menyerah. Ha ha haaa *lalu berpose ala pahlawan bertopeng*

Oh iya, sebelum nulis di blog, aku biasa corat coret dulu di Mas Word. Ini memudahkanku untuk bisa menyunting dan membaca kembali terlebih dahulu hasil tulisanku sebelum diposting. Setiap postingan juga selalu aku bubuhi gambar, biar ada nuansa tema postingan gitu. Aku juga masih suka gonta-ganti template belum lama ini. Demi mencari kecocokan dengan tema ‘rumah’ yang aku inginkan. Maklum, masih alay/labil amatir. Hehehe..

Nah... salah satu yang menggerakkan aku menulis seperti ini adalah postingannya Emak Gaoel dengan tema Go For It tentang lomba menulis apa yang dikejar dalam kegiatan blogging. Baru nemu infonya 2 hari sebelum deadline. Untung ada mas ilham (inspirasi dan mood.red) nemenin di meja kerja. Ngga ada tujuan lain untuk nulis postingan ini selain mendapatkan hadiahnya berbagi tulisan. Hehehe..

By the way, bagiku apa sih yang dikejar dari blogging? Belum fokus memandang ke hal materi sih, lebih mengejar ke arah profesionalisme dulu. Kalau sudah professional kan uang pasti pada ngantri mau masuk ke dompet kita, betul? Jadi, blog adalah sarana yang aku pakai untuk mengembangkan bakat menulis yang terpendam dalam diriku beribu-ribu tahun  lamanya. Hahaha.. *mulai alay*
Ya, dari kegiatan blogging ini, selain bisa mengantarkanku pada profesionalisme, mudah-mudahan bisa mengantarkanku juga pada ladang karung ilmu dan uang. Karena berbagi tanpa pandang bulu itu menyenangkan.
Blog Emak Gaoel
Go For It Blog Competition

Bermain Dengan Blog, Apa Gunanya?

Posted by : Julina
Date :Kamis, Oktober 22, 2015
With 2komentar

Spelling Bee English Week 2014

| Rabu, Juni 04, 2014
Baca selengkapnya »
Rabu, 04 Juni 2014

Didalam sikap yang tenang terdapat jiwa yang bergelombang. Hahaha.. itu yang saya rasain hari ini. Kacau dah, dari dulu kalo mau disuruh tampil didepan publik emang susah ngatur detak jantung ya. Serasa abis lari maraton gitu, padahal mah badan cuma duduk manis dengan tenang (luarnya doang)

Jadi ceritanya gini, di kampus ada perlombaan namanya English Week yang udah jadi acara taunan buat anak jurusan Bahasa Inggris. Kalo mau baca, sebelumnya saya juga udah pernah postingin tentang English Week di http://dummyclumsyblackcat.blogspot.com/2013/05/bulan-mei-bulan-galau.html . Dan ini udah tahun 2014. Taun ini saya ikut lagi, mewakili kelas. Kaya biasa aja, dikelas ga ada yang ikut kecuali saya -___-

English Week taun ini isinya Best Student, Spelling Bee sama Singing Contest. Buat Spelling Bee baru ada tuh taun ini. Jadi keinget sama movie Akeelah and the Bee, film tentang perlombaan mengeja kata. Mungkin bakal kaya gitu tapi kata-katanya lebih simple, pikir saya. Karena lumayan tertarik, jadi mending ikut itu (modusnya sebenernya biar dari kelas ada yang ngirimin perwakilan biar ga nol banget. Wkwkwk).

Apalagi coba? Best student? Saya ga pinter speaking in English cepet kaya teayu. Jangankan speaking in English, disuruh cekcok sana sini pake Bahasa aja masih kalah. Singing contest? What? Dengan suara moe seperti ini? No way! Kalo nyanyi Cuma buat konsumsi sendiri doang. Ntar kalo ikut singing contest para audience yang keluar dari ruangan langsung pada budeg. Wkwkwk..

Pagiiiiiiiiiiiii banget sebelum mulai lomba, ada kuliah seminar on ELT jam 6.45 (pagi bener kan? Si Ayan aja belom bangun). Hari ini si bapa masuk kelas mau ngebahas masalah UAS dan bagian presentasi proposal bagi yang belum, 15 orang termasuk saya. Sehari 15 orang presentasi cuy, kebayang tuh? Abis kuliah ini bapanya juga mau jadi juri english week. Kalo presentasinya dilanjut lagi tuh jam 1 siangan. Kalo pagi ini untuk presentasi KHUSUS buat saya aja. Si bapa tau aja kalo saya ini special beda dari yang lain ya. Huehehehe.. *ditabok* no no.. just because i had to join spelling bee at 1 o’clock and i would not be able to attend the class with the same schedule, so the lecturer gave me time to present my presentation sooner, and yes of course, JUST FOR ME. Ternyata presentasinya serasa cuma beberapa detik karena waktu yang ngedesak-desakin kita (?) Hwahahaha... abis saya juga ada yang maju beberapa anak sih. And here we start going to the battle......

Pagi jam 9 bagian best student. Mau nonton teteku yang imut beraksi menyemprot para audience dan juri dengan englishnya. Hihihi.. sekalian aja tuh saya daftar ulang buat spelling bee. Got the 16th from 20 participants. Not too bad i guess..


Bagian teayu tampil, huooooooo.. saya langsung terpukau sampe keabisan kata-kata dengan jantung berdebar kenceng kaya dikejar-kejar tukang kredit. Wkwkkwk (ngemodusin teayu dulu kaya biasa :P ). Ponya mantep dah penampilannya, semua juri terkesima, itulah tetehkuuuuw ~ :3




Udah dzuhur masih best student. Jam 2 baru mulai spelling bee. Mulai jantungan nih. Apalagi sainganku semacem Akbar, Ria, Intani... orang-orang yang punya otak doang iniiih (jadi? Saya ga punya otak? -.- ). Mulai aja nih kepala berat. Udah 4 hari berturut-turut ini kepala rasanya sakit, berat, pusing terus kalo udah masuk tengah hari. Kalo dibawa tidur pasti mendingan. Tapi kali ini bukan saatnya untuk tidur L fans-fans udah pada nunggu *halllaah*

Peraturannya.. peserta disuruh pilih salah satu amplop didepan yang masing-masing berisi 20 kata bahasa inggris yang harus dieja. Semuanya harus tuntas dalam waktu 5 menit, ya seenggaknya 20detik per kata ya. And well, Peserta no 1 udah mulai maju, kayanya tingkat satu. Ejaannya masih belom terlalu lancar. Saya perhatiin kata-kata yang dikasih, ternyata emang masih bisa dicerna sama saya. Tapi gatau nih kalo udah didepan bisa nyebutin lancar apa ngga.

Ada temen sekelas teayu yang jadi peserta juga. Duduk didepan saya bareng sama teayu (sebenernya teayu mau nemenin saya tapi dia gamau ditinggalin. Pffff *cemburu*) dia ngeliat saya lalu bilang “kamu kok kelihatan tenang-tenang aja ga ada gelisahnya”. Eh? Iya kah? Kaget dibilang kaya gitu. Tanpa ngasih jawaban sepatah katapun saya cuma ngasih senyum dengan emot piiiisss .__.v otak saya tidak setenang badan saya, apalagi ditambah kepala berat gitu. Ya ampun mbaaa, tau ga sih sebenernya saya pengen jerit dilautan lepaaas *lebay*

Masuk ke urutan 6 bagian si Intani, ejaannya agak blepotan. Di angka 10 Akbar juga, terus Ria di angka 14, pada blepotan. Mungkin mereka juga demam panggung ye. Nah abis Ria langsung ke urutan 16... saya! -____- ini jantung pas di panggil nama lengkap sama kelas udah berenti berdetak kenceng. Jalan kedepan panggung biasa aja, kaya mau masuk ke kelas kuliah. Nah abis milih amplop saya langsung ke atas panggung pegang mic terus fokus ke speaker, sama sekali gamau ngeliat audience, bikin buyar tauuu -___-

Oh btw, speakernya pembawa acara best student tadi, anak HIMA tingkat 2, maaaan!!! Kirain mau sama dosen yang pronounciation-nya bagus semacem bu didih ato bu rita gitu. Lah iniiii.. tingkat 2 yang pronounciation-nya kalo menurut saya kurang terpercaya.

Lalu speaker nyebutin kata pertama, kedua, ketiga, keempat... duh saya banyak nyebutin “pas” soalnya saya ga terlalu dengar jelas dia ngomong apa. Itu yang bikin konsentrasi saya buyar. Saya coba fokus dan fokus, rasanya tetep aja. Kemudian saya pasrahin aja semuanya sama Allah. Saya jawab sebisa saya. Meskipun keliatannya banyak miss. dan yang paling nyebelin itu.. pas dikasih kata “participation” saya belom selese ngeja udah dilanjut aja ke kata yang lain -____- woooooii makanya mukanya kasi liat ke peserta yang didepan.

Udah turun dari panggung masih pasang tampang cool, tenang kaya ga ada masalah. Udah nyampe kursi kepala ini berat lagi. Pfffffff.. makin stress aja tuh, dan perform memalukan ini membuat saya semakin....


 

Tau ah, yang penting saya sudah berusaha mencoba sebisa saya. Lagian yang saya pengenin disini bukan kemenangan, tapi pengalaman dan ini saya lakukan untuk menyelamatkan warga kelas 3H yang terancam punah ( emangnya dino.. ). Pokonya mah Aylopyupul 3H!!! (hueeeeekk.. *warga 3H pada muntah*)

udah masuk kepeserta 20, akhirnya acara berakhir. Para pemenang bakal  diumumin besok setelah singing contest. 5 besar aja saya ga masuk pasti. Hahhaha.. jadi besok paling cm nonton singing contest itupun kalo mood. Kalo ga mood? Tinggal molor dikosan, ato fokus lagi sama drama dan tugas UAS lain. Well then, i got new experience from this, and learning is really needed to hide some mistakes i had done, rite?

Spelling Bee English Week 2014

Posted by : Julina
Date :Rabu, Juni 04, 2014
With 0komentar

The Script of Ciamis Local Legend Ciung Wanara

| Jumat, Mei 30, 2014
Baca selengkapnya »

Long-long time ago, there was a propereous and peaceful kingdom in West Java, named Galuh Pakuan. The name of the king is Prabu Permana Kusumah. He was a fair and a wise man, especially towards his wives, Dewi Naganingrum and Dewi Pangrenyep.
One day, Aria Kebonan came to the kingdom. He is one of Prabu Permana minister. He was asked to be a king, to exchange prabu’s place in leading the kingdom while he was taking ascetic in the forest.

Pakebonan   : Excuse me, my lord. What can i do for you?
King                : aria pakebonan, I would like to make you to be a king.
Pakebonan   : a king? No, my lord, I shall not be able to.
King                : you shall! As long as I am away to meditate, you shall be the king and rule my kingdom in a proper way. Then you shall not treat my two wives, Dewi Pangrenyep and Dewi Naganingrum as your wife.
Pakebonan   : All right, my lord. Pleasant to accept your wishes. *bow*
King                : I shall change your appearance into a handsome man. Your name will be Prabu Barma Wijaya. Tell the people that the king has become young and I myself shall go to a secret place. Be a king, Aria!”

In a moment Aria Kebonan’s appearance resembled Prabu Permana Kusumah’s, but looked ten years younger. People believed his announcement that he was King Prabu Permana Kusumah who had become ten years younger and changed his name into Prabu Barma Wijaya.
Here starts Prabu Barma Wijaya’s leading...  
At the first, Aria Pakebonan ruled his people well, but the longer, he changed a lot. He did not treat Prabu Permana’s wives well. Not long after that, there were implied advisories coming through Dewi Naganingrum and Dewi Pangrenyep dreams.

Pangreyep                : naganingrum, i dreamt something stange last night
Naganing                  : what was that, pangreyep?
Pangreyep                : i dreamt about the moon. it came after upon me.
Naganing                 : what a coinsidence! I did have the same dream like you
Pangreyep               : does it imply something?
Naganing                  : it could be. let’s check out by telling it to the lord.
Pangreyep                : (nodding)

Naganingrum           : my lord, last night i and pangreyep had the same dream
pakebonan                : what was that about?
Pangreyep                : the full moon came after upon us
pakebonan                : (thinking) this might be imply something bad for me. Servant...
Servant                      : yes my lord (bowing)
pakebonan                : send me a great ascetic ever. Ask him the meaning of my wives dreams
Servant                      : as soon as possible my lord (going away)

The servant tell the ascetic what was happening and brought her with hi. Her name was Ajar Sukaresi. Noone knew that she is an imbodiment of the real king of Galuh Pakuan, Prabu Permana kusuma.

Servant                      : my lord, this is the ascetic you asked for
Pakebonan               : now tell me the meaning of these!
Ascetic                       : if your wives dreamt about full moon it means they are going to have children, my lord. 

Barma Wijaya was apset because he never treated the wives, but they will have children. So he tried to ensure that the ascetic’s visualize ability is true. 

Pakebonan               : will they be girls or boys?
Ascetic                       : (musing) Both are boys, my lord.
Barma wijaya was mad. He could no longer restrain himself, took out his weapon and stabbed Ajar Sukaresi to death. She failed. The creese was crooked. 

Ascetic                       : Do you want me to be dead here, aria pakebonan?
Pakebonan               : you know me?  (upset) race in peace with your noisy prophecy! servant! Throw this useless body away to the forest!
Servant                      : allright, my lord. (bringing the body of Ajar to the forest and throw it there)

The body of Ajar Sukaresi was thrown into the forest. It was still alive and noone knew this. But the body canged into a big dragon which bring a lot of mystery. People called it Nagawiru.

After that, something strange happened in the kingdom. Both queens were indeed pregnant. Waiting for 9 months, Dewi Pangrenyep gave birth to a son who was called Hariang Banga, while Dewi Naganingrum didn’t give birth at that month.
One day when Prabu Barma Wijaya was visiting Dewi Naganingrum. Prabu barma was hearing something that Naganingrum was not. The unborn child spoke.

“Barma Wijaya, you have already forgotten a lot of promises. The more you do cruel things, the shorter your power will last.” 

Naganingrum           : what’s the matter, my lord? (naganingrum doesn't hear anything)
Pakebonan               : nothing

This made the King very angry and at the same time he was afraid of the threat by the baby. He wanted to get rid of it and soon he found the way to do that. He asked for Dewi Pangrenyep’s help and provoked her to destroy the baby.

Pakebonan               : pangreyep, the baby of naganingrum will be our misery when born later
Pangrenyep              : how come, my lord?
Pakebonan               : he would prevent our prosperity, and Hariang Banga could be defeated by him if we didn’t do something. Do you want him to defeat hariang banga your son?
Pangreyep                : no! My son is the one and only the next king of this kingdom! What should we do, my lord?
Pakebonan               : We shall destroy the baby. throw the child into Citanduy river.

After the thirteenth month of naganingrum’s pregnancy..

Naganingrum : (moaning when taking a walk at the garden)
Dayang 1       : baginda, what happend?
Dayang 2       : are you ok, baginda?
naganingrum     : my stomach is feeling bad. I think this is the time for... *moaning again*
Dayang 1       : what should we do?
Dayang 2       : let’s accompany baginda to her room
Dayang 1       : okey.. *panic*

Pangreyep    : what’s the matter?
Dayang 1       : i think this is the time, baginda
Pangreyep    : (smirk) oh, let me handle it alone
Dayang 2       : but, baginda...
Pangreyep    : i said I can handle it!
Dayang1+2   : okey, baginda (going away)

Pangreyep had a bad plan. She pretended to help naganingrum. But what was happening is....

Pangreyep    : naganingrum, hold on. I will try to help you
Pohaci           : please, pangrenyep
Pangrenyep  : now, set your breathe slowly!
Pangrenyep  : sleep well, pohaci *smirk* 

On the bank, the baby of naganingrum was put into a gold box and washed away to cintanduy river by pangreyep.

Pangrenyep  : hahaha... now my son is the only one who will be the king in this kingdom. Go away you stupid baby! Hahaha....

Unexpectedly ki lengser saw this case on the back. Then he slipped a black necklace in the box soon after pangreyep left the river.
Ki lengser      : take care of yourself son! 

Pangreyep    : i did it, my lord
Barma                : good job! Ki Lengser....Ki Lengser......” (shouting).
Ki Lengser  : (sit and bent) oh my lord, what can i do for you?
Barma               : naganingrum has been made shame in the kingdom  for some reasons. Take her  to the forest and kill her. Don’t let anyone know about this!
Ki Lengser     : bb.. but..
Barma            : i command you!!

ki lengser could not do anything. So he just let dewi naganingrum leave the kingdom without kill her. But he did not tell it to prabu barma wijaya.

Ki lengser                : kanjeng, im really sorry to take you to go out from palace
naganingrum            : why ki lengser?
Ki lengser                  : the situation of kingdom is in trouble. The king commanded me to kill you, bu i will not. Now you just have to hide in your village for awhile.
naganingrum            : but....
Ki lengser              : i am sorry kanjeng. Never come back to the palace until everything is going better, or everyone will know you are still alive and try to kill you!

Ki Lengser To convince Pakebonan and Dewi Pangrenyep that he had carried out the order, he showed them Dewi Naganingrum’s bloodstained clothes.

In the village of Geger Sunter, live old man and old woman with no neighbours. They have been merried for so long, but they haven’t had any children. One day the old woman dreamt the full moon felt down over her.

Nini     : Aki.. i dreamt about the full moon felt down over me last night. Do you know what the meaning of that?
Aki      : it means we will obtain a dozen of glories. Wish it will come true.now i have to go to the river. I would be Looking for some fish.
Nini     : yes, ki. Wish the meaning of my dream last night is you will catch more fish, and the big one.
Aki      : i hope so, ni. Now i will go fishing. Take care of yourself here...
Nini     : well, Be carefull on the way ki..

Aki balangantrang went to the river to look for some fish. But on the way he found something strange near the river.

Aki      : what’s that? (taking the box on the river) A baby!

Aki             : (shouting) niniii.. i bring something!
Nini                 :what’s wrong, Aki? 
Aki                  : look this, Ni.. your dream does come true. This baby was what you dream about last night.
Nini                 : whose baby is this?
Aki                  : i don’t know. i found him when i was fishing, drifted on the water of the river. He must be our glory that has been brought from God, ni.
Nini              : *taking the baby and smiling*  oh God! What a dashing son he is! What is his name?
Aki         : Hmmmm...(smiling) call him Utun!

Then the baby was named Utun. Growing up briskly with handsome and smart. He always comes with the old man collecting the barren branch in the forest until ten years old. And one day in the forest...

Ciung             : ki, what’s that?
Aki                  : that is a bird, called ciung
Ciung             : and what’s that?
Aki                  : that is a monkey, called wanara
Ciung             : wow, they looked cool! I like their names.
Aki                  : then from now on i shall call you ciung wanara. Do you like it?
Ciung             : cool! i like it, ki 

Before going home, ciung wanara found an oval thing sparkling on the ground. He stopped his step and pick it up, it was an egg. Then he heard a strange sound. Not long after he hold the egg.

Ciung             :what is this?
“bring this egg to Padang mount and it will be hatched by a dragon, Nagawiru. After growing, take this with you, young man! This egg will be impregnable  cock in the future. ”

Then ciung went to the mountain. He put it in front of the cave that he believed there was a dragon on it. After some weeks, he come back to the cave and found that the egg he put was changing into a strong and brave cock. He amazed and brought it to his home.

Ciung has been grew up well. Someday he asked where he came from, and who his parents are, to the old woman and old man. .

Nini                 : ciung, don’t forget to get some barren branch from the forest after finishing your business with your cock, ok.
Ciung            : i will, ni.. (musing) Nini... i envy my friends apparently live happily with their parents. i also want to know my real parents. Are they still alive?
Aki                  : (coming forward) ciung my son, maybe this is the right time for you to know all the thruts.

Aki and nini told all the thrut about first meeting with Ciung Wanara. After knowing the truth, he felt something need to be looked for. He can do nothing. So he decided to go from the village to fight the king’s cock which was known brave and strong, have not been defeated by anyone’s cock in the society of kingdom.

Ciung             : Aki, Nini.... i heard that the king really loves to play cockfighting
Aki                  : he does, what’s wrong, son?
Ciung             : if you allow me to go, i want to take part in this fight. I want to make some changes in my life by looking for something useful in the kingdom. Give your generosity  for allowing me to go, please..
Nini                 : (dabbing ciung's head) well, my son. However, we should give freedom for you to decided your future. You have grown up well son. We will pray the best for you.
Ciung             : thank you, nini.
Aki                  : (standing and coming closer and patting ciung's shoulder) ciung my son, prove your braveness to the king!
Ciung             : sure. Thank you for allowing me to go, aki, nini...

After getting permission to his parents, ciung wanara went to the kingdom leaving them in the village. Looking for some changes in his life.

Ciung             : excuse me
Commoner    : yes
Ciung             : do you know where the kingdom is. I heard that the king loves to play cockfighting
Commoner    : yes he does. You can find the kingdom if you follow this street straight. You can see the tree with the big size in the right side. The you can find the kingdom there.
Ciung             : oh, thanks mom
Commoners  : ur welcome. Do you mean to challange the king?
Ciung             : yes mam
Commoners  : you will not win. The cock of king is very strong. It has never been defeated.
Ciung             : i can handle it

With a full  confidence, ciung wanara went to the kingdom. Meeting the king and challange him cockfighting with one request..

Barma         : now who want to challange my strong and brave cock?
Ciung          : (hand up)
Barma         : you! The young man! Come closer!
Ciung             : my lord, my name is ciung wanara. before fighting, please allow me to ask for 1 request 
Barma       : hahaha.. my stong and brave cock never  be defeated. Tell me your request, young man! 
Ciung             : if my lord won in this fight, i would be ready to be everything you want me to be, even i risk my live for you. But if the winner was me, i wanted you to make me as your duke in the kingdom.
Barma       : “Ha...ha...ha.... ok, young man. I will accept your request. Now ask your cock to bring all his powers to fight my beloved cock.

Before fighting, the cock of ciung wanara crowing oddly, ki lengser reminded the situation a years ago when he was in the river. Then he realized something strange with that young man!

Ki Lengser     : oh God! He is wearing that necklace! If i am not wrong, he is....

The cockfighting was occuring. In the end, Ciung wanara’s cock won the fighting. Prabu barma wijaya had to fulfill his promise to make him as a duke in the kingdom.

Barma         : well, you win, young man! Now i will fulfill my promise towards you. You will be a king in this kingdom
Hariang          : no! He is just a commoner, dad! How come he can be a king like me?
Barma       : it is a promise, my son!
Hariang          : (shaking head) then fight with me, let’s see who is the stronger between us!

In the bank of cipamali river, they fought because hariang banga couldn’t except the king’s decision. In the middle of fighting, come up the real king, prabu wijaya. He ended his long ascetic and his first duty from his return was stopping the fighting of his two sons.

King                : stop fighting, my two sons!
Barma          : who are you?
King                : have you forgotten me? I am the real king of this kingdom!
Ki Lengser     : my lord!
Barma           : excuse me, my lord. It has been a long time, i couldn’t recognize your face. Please give me your apologize.
King                : i’ve been watching all of you all of my lifelong in the ascetic. And this time i have to stop both of you to fight, my sons. You are related to be siblings, as brothers.
Ciung             : you are my real father?
King                : absolutely!
Hariang          : what’s the matter here?
King                :  ciung wanara is your step brother from my first wife. She is still alive in her village. They left the kingdom for some reasons.
Hariang          : you are my brother? 
King                : now, who should be take their responsible here?! Pakebonan.. dewi pangreyep...
pangreyep     : give me your apologize, my lord. I regret for all my mistakes. Don’t give us punishment.. (start crying)
Barma          : no! my lord. This is not our fault. This is a trap!
King                : there’s no reason for you to prove anything. i’ve been wathing both of you for so long. Now i command you to live as well as before i went ascetic. Pangreyep live in the kingdom as my second wife, and you have to be back become my minister. I will give the second chance for you to treat people around you well.
Pangreyep+Barma      : thank you my lord!!!!
King                : and for my sons, i will devide territory of my authority into 2 parts. In the east will be led by hariang banga and in the west will be led by ciung wanara

Finally, the king decided to devide his kingdom into two parts. Hariang Banga was leading in the east and Ciung wanara was leading in the west. They lived happily in each kingdom.

The Script of Ciamis Local Legend Ciung Wanara

Posted by : Julina
Date :Jumat, Mei 30, 2014
With 0komentar
Tag : ,
Prev
▲Top▲