Newest Post

Tampilkan postingan dengan label Curcol muter2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curcol muter2. Tampilkan semua postingan

#Day3 #KampusFiksi 10 Days Writing Challenge

| Jumat, Januari 20, 2017
Baca selengkapnya »
HAL YANG INGIN DICAPAI TAHUN INI

Tanggal 20 Januari 2017, belum terlalu terlambat untuk menuliskan hal yang ingin dicapai tahun ini, bukan? Toh lain hari mungkin akan bertambah lagi keinginan-keinginan yang lain. Umur makin bertambah kok keinginan juga makin nambah, ya.

Orang yang sedikit berbicara sepertiku mungkin ngga akan bisa mengikuti arus perkembangan zaman. Kudet, terbelakang, tulalit, pea dan segala tetek bengeknya bakal menempel lama kalau tidak segera ditindak lanjuti. Makanya aku pengen rubah kebiasaan burukku dari sekarang (dari dulu tiap hari juga berusaha berubah, sih). Salah satu caranya adalah mulai melek lingkungan. Melek peduli atas hal kecil apapun yang ada. Melek kesempatan dan peluang apapun untuk dicoba. Melek komunikasi, baik verbal maupun nonverbal, media maupun nonmedia, audio maupun visual, dan segala hal yang berkaitan saat berhubungan dengan orang lain. Hal pendukung keberhasilannya adalah, kepiawaian dalam berbiacara, alias keterampilan cerewet. Musti belajar cerewet dari sekarang!

Semakin aku dewasa, semakin banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Beli ini beli itu, ingin begini ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali, udah macem lagu Doraemon lah. Tapi dala kehidupan tidak selamanya kita berada di atas, kadang kita perlu merasakan di bawah karena itulah roda kehidupan. Kalian belum akan merasakan kehidupan jika tidak berputar pada roda itu. Tapi bukan berputar seperti di komidi putar, ya. Apalagi berputar di roda mobil. Kelindes ntar. Nha, tidak selamanya kita harus selalu mengeluarkan(hal materi), kita juga perlu belajar bagaimana mendapatkannya. Pengen deh tahun ini mulai belajar dan merasakan bagaiamana menjadi seorang wirausaha. Aku bisa mendapat banyak pelajaran dari berwirausaha seperti bagaimana berkomunikasi yang baik dengan pelanggan, menghitung dana keluar masuk dengan teliti, memperkiraan penyediaan barang, cekatan dalam menanggapi keluhan, banting tulang berkorban melewati rintangan, ancaman pasar dan segala macam operasional penjualan lainnya. Hasil usahaku ini bisa aku kumpulkan untuk membeli rumah atau bekal lain di masa depan. Yang penting biar suamiku nanti ngga terlalu kerepotan mengurus keluarga baru kecilnya.

Untuk membunuh waktu, aku melakukan apa yang aku suka. Menggambar, memotret, menulis, membaca, menerjemahkan, apapun itu. Suatu hari aku ingin mendapatkan penghasilan dari salah satu passionku itu. Belakangan ini aku mencoba banyak hal baru sehingga membuatku tidak terlalu fokus pada satu pekerjaan. Ini membuat hobiku belum ada yang terasah, barang satupun belum. sering aku bertanya pada diri sendiri, “hingga saat ini hal apa yang aku lakukan yang bisa membuahkan hasil?”. Dan aku belum menemukan jawabannya. Karena itu aku perlu mempertajam bakat dan memfokuskan hobiku pada satu bidang terlebih dahulu. Jika sudah mahir baru kemudian bisa lanjut ke hobi yang lain. Hal ini bisa dimulai dari menulis. Menulis challenge ini misalnya, benar-benar berat. Kehabisan ide, ngga tau struktur kepenulisan, ngga bisa bedain kata baku, style tulisan belum jelas, dsb. Tapi gapapa. Ini baru langkah awal. Memang selalu berat dulu, kalau sudah terbiasa akan terasa ringan. Bukankah kalian bisa melakukan sesuatu karena kebiasaan? Yang penting nikmati prosesnya. Betul?

Aku tipe orang yang ngga suka keluar rumah buat keluyuran atau jalan-jalan ngga jelas dan buang-buang waktu. Aku lebih suka menghabiskan waktu di kamar. Di kamarku sudah tersedia banyak fasilitas sederhana yang bisa bikin betah. Teman-temanku sering bertanya padaku, “Ngga keluar rumah? Emang ngga bosen?”. Jawabanku NO. My room is my paradise. Tapi bukan berarti aku selalu di kamar dari semenjak bayi sampe badan segede gaban gini, lho. Aku memang jarang main gaje keluar rumah. Tapi sekalinya main keluar tuh mainnya jauuuuuuuh... main ke beda kota, beda pulau, beda negara, dan beda planet kalau bisa. Hehe... karena aku berjiwa mencoba hal baru, aku pernah ingin melamar pekerjaan di luar kota. Sayang, keluargaku sama sekali tak mengijinkan. Alasannya banyak. Sebagai anak penurut aku ngga bisa bantah. Tapi pernah aku memberanikan diri bertanya apa aku diijikan seandainya bekerja di luar negeri. Aku sudah bersiap-siap untuk mematahkan hati. Ehhh.. respon mereka seperti agak positif (hamil?). Yang deket ngga diijinin, eh jadi yang jauh banget aja sekalian. Aku pengen deh ngerasain kerja di luar negeri. Biar ilmu Bahasa Inggris yang sudah dipelajari selama 10 tahun lebih ini terpakai pada tempatnya. Bertemu orang-orang baru, lingkungan baru, keluar dari zona nyaman, dan mandiri. Bonusnya? Gaji bejibun plus jalan-jalan ke tempat keren. Hehe..

Hal terakhir yang ingin aku capai dalam tulisan ini adalah, naik kuda. Iya naik kuda. Aku belum pernah naik kuda tanpa tidak dikawal pawangnya. Pernah naik kuda itu sewaktu khatam Al-Quran semasa kecil dan terakhir kemarin pas di tempat wisata ada penyewaan naik kuda. Kurang seruuuu.. aku pengen naik kuda yang bisa ditunggangi sendiri. Menaiki kuda yang kekar, berkulit mulus, berambut panjang menjuntai ketika dia berlari membawa si penunggangnya. Uhhhhhhh... keren, Mak!!!! Pokonya tahun ini kudu kesampaian naik kudanya.


Selain kelima hal itu, masih banyak hal yang ingin dicapai. Tapi ngga mungkin semua akan dilakukan dan terkabul tahun ini. Ya minimal dibayangin dulu, dikonsep, diancang-ancang, nah baru deh kalau sudah siap atau terdesak tinggal action. Sebagai manusia yang baik, tentu hal yang ingin kita capai pada umumnya adalah menjadi yang lebih baik dari sebelumnya, bukan?

#Day3 #KampusFiksi 10 Days Writing Challenge

Posted by : Julina
Date :Jumat, Januari 20, 2017
With 0komentar

#Day2 #KampusFiksi 10 Days Writing Challange

| Kamis, Januari 19, 2017
Baca selengkapnya »
3 Hal yang Kemungkinan Besar Bisa Membuatku Histeris


Aku adalah tipikal orang yang cuek dan ngga gampang terprovokasi pada keadaan lingkungan sekitar. Yaa kata lainnya manusia datar gitu, deh. Ketika seseorang menjelek-jelekkan atau membangga-banggakan orang lain sampai mulut berbusa dengan segala jurus ekspresi dikerahkan sehingga membuat pendengarnya terkesima dan ikut ketularan, namun tidak berefek denganku. Aku hanya akan mendengar dan menyimak secukupnya. Menangkap yang baik, membuang yang buruk. Selesai.

Tapi kalau ditanya hal apa yang bisa membuatku histeris, ada beberapa kemungkinan yang perlu dipertimbangkan tentang kebenarannya (saking ngga percayanya bakal terjadi).

Pertama, kehilangan seseorang yang disayang. Entah itu keluarga ataupun sahabat. Kehilangan dalam hubungan silaturahmi mungkin masih bisa dimengerti. Kalau ada hubungan yang kurang berkenan dan jalannya harus putus atau jarang bersilaturahmi, maka aku hanya akan mendoakan yang terbaik untuk mereka. Meminta pada Tuhan agar mereka selalu dalam keadaan sehat, tiada pernah putus rejekinya, dan selalu dilapangkan ketika mendapatkan musibah. Tapi bagaimana kalau mereka ternyata pergi untuk selamanya? Aku mungkin ngga akan siap dan menganggap itu hanya kebohongan belaka. Aku mungkin akan kelabakan dan membabi buta mencari kebenaran yang sesungguhnya, mungkin dengan teriakan, atau pemberontakan, atau tak sadarkan diri, atau mungkin melakukan sesuatu hal diluar dugaan. Ngga kebayang deh apa yang bakal terjadi.

Kedua, bisa hidup mandiri dengan penghasilan sendiri lewat passion. Sampai usiaku kepala dua ini pun aku masih belum tau passionku sesungguhnya apa. Aku suka mencoba banyak hal. Tapi tak terfokuskan pada satu hal. Mencoba yang satu belum sampai full sudah pindah ke hal lain. Itulah salah satu sifat burukku. Makanya kalau aku menemukan passionku yang sesungguhnya yang hasilnya bisa menghidupi kebutuhan sehari-hari dan masa depanku, pasti bakal bikin ngga nyangka. Aku bakal flashback ;agi apa yang aku jalani. Rintangan apa saja yang sudah aku lewati. Siapa saja yang sudah menemani perjuanganku. Mengenang semuanya ketika sudah mendapat kemudahan dalam menuangkan passion. Ahh, sungguh momen yang menyenangkan. Sambil menceritakan kisah perjalanan itu pada orang tersayang dengan perasaan menggebu-gebu. Bercampur dengan canda tawa, tangis, dan mungkin sambil guling-guling.

Ketiga, bertemu dengan orang-orang hebat. Orang yang hebat bukan berarti harus terkenal oleh khalayak ramai. Berdandan nyentrik, mengantongi bertumpuk kertas uang di dalam dompetnya, atau yang pintar ber-acting dan tebar pesona kesana kemari. Orang hebat yang aku maksudkan adalah dia yang memiliki pengalaman manis pahitnya kehidupan dan berkomitmen tinggi untuk mengubahnya menjadi lebih baik setiap hari. Jatuh bangun dan kerasnya kehidupan ia jadikan pelajaran. Namun ia tak pernah menyerah mengejar apa yang ia yakini dengan kuat. Aku suka dan kagum dengan orang seperti ini. Aku akan menjadikannya teladan dan contoh yang baik untuk mengubah diriku juga.


Sebenarnya ngga tau hal apa yang bisa membuatku histeris. Karena pada dasarnya aku menanggapi suatu hal tidak dengan over. Biasa saja, mengikuti arus. Karena pada dasarnya semua pasti ada solusinya, semua pasti ada hikmah di dalamnya. Ketiganya mungkin terdengar biasa saja. Memang. Karena memikirkannya pun aku harus bolak balik tanya pada diri sendiri.. ‘Emang ada ya yang bisa bikin aku histeris?’ Hihi.. Tapi jika ketiga hal tersebut terjadi, memang perlu mendapatkan perhatian khusus yang ngga bisa di’biasa’kan.

#Day2 #KampusFiksi 10 Days Writing Challange

Posted by : Julina
Date :Kamis, Januari 19, 2017
With 2komentar

KAMPUS FIKSI 10 DAYS WRITING CHALLANGE #DAY1

| Rabu, Januari 18, 2017
Baca selengkapnya »

TIPE KEKASIH YANG AKU DAMBAKAN

Sebenarnya agak canggung menulis soal yang satu ini karena aku belum pernah membahasnya dengan siapapun. Tapi akan aku coba tuangkan apa yang ada dalam pikiranku tentang kekasih dambaan.

Tipe kekasih yang aku dambakan dulu hanya terpaut pada fisik. Biasa lah, kalau masih puber liat ada suatu hal yang menarik dari lawan jenis langsung dicomot dalam list tipe kekasih dambaan. Mulai dari yang berkacamata, rambut ikal, kulit putih, maskulin, hidung mancung, kurus tinggi, dsb. Tapi sekarang ngga sebanyak itu, sih. Aku suka laki-laki berambut ikal. Entahlah kenapa, tapi mereka keliatan punya pemikiran berbeda dari yang lain, bebas namun ngga keluar aturan, dan juga... kreatif. Pasti ada-ada saja ide aneh yang muncul dari otaknya sampai-sampai membuat rambutnya keriting. Aku juga suka laki-laki dengan berat proporsional. Ngga kurus, ngga juga berisi, apalagi berotot besar seperti Ade Rai. Agak risih dan serem liat otot-ototnya. Boleh lah berotot, tapi dengan porsi berat badan yang pas. Kulitnya ngga perlu terlalu putih, yang penting bersih. Ngga ada jerawat, kudis, kurap, kutu air dan segala macam penyakit kulit lainnya. Itu berarti dia pinter menjaga kulit. Kulitnya aja dijaga apalagi calon istrinya. Hehe.. yang mancung bisa memperbaiki keturunan juga deh kayanya. Tapi terlepas dari fisik berambut ikal, berat dan tinggi proporsional, kulit bersih juga hidung mancung, bakal ngga ada apa-apanya kalau dia ngga bisa menarik secara emosional.

Secara emosional aku akan tertarik jika lelaki itu mempunyai sifat kepemimpinan. Setidaknya bisa memimpin diri sendiri. Paham bagaimana harus bersikap, menempatkan sesuatu pada tempatnya, dan melakukan sesuatu dengan pertimbangan sebelum bertindak. Ketika sudah memimpin ia juga harus bisa bertanggungjawab, siap menanggung risiko apapun, dan mampu memecahkan masalah dengan solusi yang bijak. Ia sayang pada keluarga dan orang tuanya, terutama pada ibu. Belumlah terlihat ia sayang pada istrinya jika ia belum sayang pada ibu yang telah susah payah mengandungnya selama 9 bulan. Nah, karena aku orangnya pendiam, pasti akan lengkap kalau lelakinya cerewet. Bukan banyak ngomong doang, lho, ya. Tapi suka bergaul dengan siapa saja, ngga pilih-pilih teman, pergaulannya luas dari anak-anak sampai yang dewasa. Dari lingkungan yang luas itu dia bisa ambil pelajaran banyak untuk dimanfaatkan dalam kehidupannya. Kalau ditambah sifat humoris, nih... duhhh cocok deh mencairkan hati para si pendiam. Seorang yang pendiam pasti jarang sekali ngobrol. Maka ia harus paham diriku yang sesungguhnya dan memberikan perhatian penuh sehingga membuatku nyaman bersamanya. Seringkali kita tertipu tentang sifat seseorang dari penampilan. Lelaki yang sekilas berpenampilan cool, kharismatik dan cuek tapi sebenarnya cerewet, tukang bikin nyengir dan suka membuat kejutan itu dapet nilai plus dariku. Satu hal lagi yang bikin kesengsem kalau membicarakan lelaki idaman, yaitu pintar mengaji. Setiap hari ia baca Al-qur’an barang satu ayat pun, sehingga timbul sendiri niat untuk belajar seni baca Al-qur’an yang semakin membuatnya tak pernah lupa pada agama dan Tuhan.


Seperti itulah kira-kira tipe lelaki yang aku dambakan. Meski sekarang masih menutup diri terhadap lawan jenis soal perasaan, Insya Allah ketika sudah bertemu nanti, bagaiamanapun keadaannya aku akan siap menerima segala kelebihan dan kekurangan yang ada. Meski perjalanan kesendirianku masih panjang entah sampai kapan.

KAMPUS FIKSI 10 DAYS WRITING CHALLANGE #DAY1

Posted by : Julina
Date :Rabu, Januari 18, 2017
With 0komentar

Spelling Bee English Week 2014

| Rabu, Juni 04, 2014
Baca selengkapnya »
Rabu, 04 Juni 2014

Didalam sikap yang tenang terdapat jiwa yang bergelombang. Hahaha.. itu yang saya rasain hari ini. Kacau dah, dari dulu kalo mau disuruh tampil didepan publik emang susah ngatur detak jantung ya. Serasa abis lari maraton gitu, padahal mah badan cuma duduk manis dengan tenang (luarnya doang)

Jadi ceritanya gini, di kampus ada perlombaan namanya English Week yang udah jadi acara taunan buat anak jurusan Bahasa Inggris. Kalo mau baca, sebelumnya saya juga udah pernah postingin tentang English Week di http://dummyclumsyblackcat.blogspot.com/2013/05/bulan-mei-bulan-galau.html . Dan ini udah tahun 2014. Taun ini saya ikut lagi, mewakili kelas. Kaya biasa aja, dikelas ga ada yang ikut kecuali saya -___-

English Week taun ini isinya Best Student, Spelling Bee sama Singing Contest. Buat Spelling Bee baru ada tuh taun ini. Jadi keinget sama movie Akeelah and the Bee, film tentang perlombaan mengeja kata. Mungkin bakal kaya gitu tapi kata-katanya lebih simple, pikir saya. Karena lumayan tertarik, jadi mending ikut itu (modusnya sebenernya biar dari kelas ada yang ngirimin perwakilan biar ga nol banget. Wkwkwk).

Apalagi coba? Best student? Saya ga pinter speaking in English cepet kaya teayu. Jangankan speaking in English, disuruh cekcok sana sini pake Bahasa aja masih kalah. Singing contest? What? Dengan suara moe seperti ini? No way! Kalo nyanyi Cuma buat konsumsi sendiri doang. Ntar kalo ikut singing contest para audience yang keluar dari ruangan langsung pada budeg. Wkwkwk..

Pagiiiiiiiiiiiii banget sebelum mulai lomba, ada kuliah seminar on ELT jam 6.45 (pagi bener kan? Si Ayan aja belom bangun). Hari ini si bapa masuk kelas mau ngebahas masalah UAS dan bagian presentasi proposal bagi yang belum, 15 orang termasuk saya. Sehari 15 orang presentasi cuy, kebayang tuh? Abis kuliah ini bapanya juga mau jadi juri english week. Kalo presentasinya dilanjut lagi tuh jam 1 siangan. Kalo pagi ini untuk presentasi KHUSUS buat saya aja. Si bapa tau aja kalo saya ini special beda dari yang lain ya. Huehehehe.. *ditabok* no no.. just because i had to join spelling bee at 1 o’clock and i would not be able to attend the class with the same schedule, so the lecturer gave me time to present my presentation sooner, and yes of course, JUST FOR ME. Ternyata presentasinya serasa cuma beberapa detik karena waktu yang ngedesak-desakin kita (?) Hwahahaha... abis saya juga ada yang maju beberapa anak sih. And here we start going to the battle......

Pagi jam 9 bagian best student. Mau nonton teteku yang imut beraksi menyemprot para audience dan juri dengan englishnya. Hihihi.. sekalian aja tuh saya daftar ulang buat spelling bee. Got the 16th from 20 participants. Not too bad i guess..


Bagian teayu tampil, huooooooo.. saya langsung terpukau sampe keabisan kata-kata dengan jantung berdebar kenceng kaya dikejar-kejar tukang kredit. Wkwkkwk (ngemodusin teayu dulu kaya biasa :P ). Ponya mantep dah penampilannya, semua juri terkesima, itulah tetehkuuuuw ~ :3




Udah dzuhur masih best student. Jam 2 baru mulai spelling bee. Mulai jantungan nih. Apalagi sainganku semacem Akbar, Ria, Intani... orang-orang yang punya otak doang iniiih (jadi? Saya ga punya otak? -.- ). Mulai aja nih kepala berat. Udah 4 hari berturut-turut ini kepala rasanya sakit, berat, pusing terus kalo udah masuk tengah hari. Kalo dibawa tidur pasti mendingan. Tapi kali ini bukan saatnya untuk tidur L fans-fans udah pada nunggu *halllaah*

Peraturannya.. peserta disuruh pilih salah satu amplop didepan yang masing-masing berisi 20 kata bahasa inggris yang harus dieja. Semuanya harus tuntas dalam waktu 5 menit, ya seenggaknya 20detik per kata ya. And well, Peserta no 1 udah mulai maju, kayanya tingkat satu. Ejaannya masih belom terlalu lancar. Saya perhatiin kata-kata yang dikasih, ternyata emang masih bisa dicerna sama saya. Tapi gatau nih kalo udah didepan bisa nyebutin lancar apa ngga.

Ada temen sekelas teayu yang jadi peserta juga. Duduk didepan saya bareng sama teayu (sebenernya teayu mau nemenin saya tapi dia gamau ditinggalin. Pffff *cemburu*) dia ngeliat saya lalu bilang “kamu kok kelihatan tenang-tenang aja ga ada gelisahnya”. Eh? Iya kah? Kaget dibilang kaya gitu. Tanpa ngasih jawaban sepatah katapun saya cuma ngasih senyum dengan emot piiiisss .__.v otak saya tidak setenang badan saya, apalagi ditambah kepala berat gitu. Ya ampun mbaaa, tau ga sih sebenernya saya pengen jerit dilautan lepaaas *lebay*

Masuk ke urutan 6 bagian si Intani, ejaannya agak blepotan. Di angka 10 Akbar juga, terus Ria di angka 14, pada blepotan. Mungkin mereka juga demam panggung ye. Nah abis Ria langsung ke urutan 16... saya! -____- ini jantung pas di panggil nama lengkap sama kelas udah berenti berdetak kenceng. Jalan kedepan panggung biasa aja, kaya mau masuk ke kelas kuliah. Nah abis milih amplop saya langsung ke atas panggung pegang mic terus fokus ke speaker, sama sekali gamau ngeliat audience, bikin buyar tauuu -___-

Oh btw, speakernya pembawa acara best student tadi, anak HIMA tingkat 2, maaaan!!! Kirain mau sama dosen yang pronounciation-nya bagus semacem bu didih ato bu rita gitu. Lah iniiii.. tingkat 2 yang pronounciation-nya kalo menurut saya kurang terpercaya.

Lalu speaker nyebutin kata pertama, kedua, ketiga, keempat... duh saya banyak nyebutin “pas” soalnya saya ga terlalu dengar jelas dia ngomong apa. Itu yang bikin konsentrasi saya buyar. Saya coba fokus dan fokus, rasanya tetep aja. Kemudian saya pasrahin aja semuanya sama Allah. Saya jawab sebisa saya. Meskipun keliatannya banyak miss. dan yang paling nyebelin itu.. pas dikasih kata “participation” saya belom selese ngeja udah dilanjut aja ke kata yang lain -____- woooooii makanya mukanya kasi liat ke peserta yang didepan.

Udah turun dari panggung masih pasang tampang cool, tenang kaya ga ada masalah. Udah nyampe kursi kepala ini berat lagi. Pfffffff.. makin stress aja tuh, dan perform memalukan ini membuat saya semakin....


 

Tau ah, yang penting saya sudah berusaha mencoba sebisa saya. Lagian yang saya pengenin disini bukan kemenangan, tapi pengalaman dan ini saya lakukan untuk menyelamatkan warga kelas 3H yang terancam punah ( emangnya dino.. ). Pokonya mah Aylopyupul 3H!!! (hueeeeekk.. *warga 3H pada muntah*)

udah masuk kepeserta 20, akhirnya acara berakhir. Para pemenang bakal  diumumin besok setelah singing contest. 5 besar aja saya ga masuk pasti. Hahhaha.. jadi besok paling cm nonton singing contest itupun kalo mood. Kalo ga mood? Tinggal molor dikosan, ato fokus lagi sama drama dan tugas UAS lain. Well then, i got new experience from this, and learning is really needed to hide some mistakes i had done, rite?

Spelling Bee English Week 2014

Posted by : Julina
Date :Rabu, Juni 04, 2014
With 0komentar

First Day of Making Drama in Karangkamulyan

| Minggu, April 13, 2014
Baca selengkapnya »


11 April 2014
Well guys, sengaja saya tulis pengalaman menegangkan ini secepat mungkin, biar ga lupa dan terus di inget. Mengingat kegiatan saya bkn cuma nulis doang. Banyak banget kaya tugas nguli, kerjaan pembantu, ngasuh anak bayi ponakan, masalah cowo (laku juga lu akhirnya!), shopping, shooting, pemotretan, oke.. sekedar pemanasan lanturan untuk memulai di awal pembukaan tulisan. Lupakan -__-

Kalian tau situs wisata Ciung Wanara di Karangkamulyan, Ciamis, Jawa Barat dong, ya kan? Yang gatau berarti ndeso, udik, kamseu-upay-ah-arijumatkliwonenaknyangajiyasin (mampus loh gangerti ngomong apa) *ditimpuk para pembaca* yaah, pokonya kalian tau aja lah ya, pokonya harus tau, kalo gatau pura2 aja tau biar cepet. Ntar ga maju2 ini cerita. Plis gue cape ngetik yang ngelantur teruuuuus *pingsan*

Okeiy, permasalahan muncul saat kami, warga rukun damai tentram kelas 3H jurusan Bahasa Inggris di universitas swasta di Ciamis, dapet tugas kuliah membuat drama dengan tema legenda sekitaran Jawa Barat. Percakapannya jangan tanya, pasti full bahasa inggris lah. Kalo kami jurusan bahasa China baru tuh isinya cingciuangcangcing semua. Lagian ga logis cerita legenda Ciung Wanara pake bahasa China kan. Hihihihi...

Karena topiknya sekitaran Jabar, dan katanya ada issue settingnya harus ditempat legendanya terjadi, yang terlintas diotak anak2 ya Cuma Ciung Wanara ini. Lah iya.. legenda apa lagi sih disekitaran Ciamis selain Ciung, kalo Lutung Kasarung jauh harus ke Bandung, lagian itu Cuma mitos bukan legenda. Dan jadilah legenda yang kami usung Ciung Wanara. Kami mulai bergegas naskah merancang drama, uhukk, tepatnya saya sendiri, bukan kami. Yeah, sepertinya ini awal dari permulaan, eh, maksudnya akan ada pengorbanan individu yang lebih dari ini. Dan bersiaplah saya memakai sabuk pengaman sebelum lepas landas menuju Jepang (ngelantur lagi)

Well yeah, ibarat mengumpulkan biri-biri yang lagi pada mencar dipadang rumput untuk dikandangin, susah banget ngumpulin anak2 buat latian drama buokkk.. jangankan ngumpulin latian, ngumpulin buat berunding masalah ini jg susah. Minyak susah, beras susah, sembako susah, lah ini jg mau ikutan susah. Ga bakal bener kalo gini terus, dan akhirnya saya mengambil alih untuk meluruskan ini (kaya baris berbaris gitu ya. Huohoho..)

Ada sedikit tegasnya juga sama anak2 sih, tapi sebisa mungkin ga bikin orang lain sakit. Mau sakit mental, sakit hati, sakit perut, sakit mata, apalagi sakit jiwa. Wiiiiiih, parah. Cukup hanya saya aja yg sakit jiwa disini.. *bangga*

Tapi dengan ketegasan ini mereka udah ngerti. Kalo saya bilang harus ya harus, tapi ga maksain juga kalo ga bisa. And here we go, biri-biri akhirnya bisa latian sampe kesekian kalinya. Alhamdulillah.. *sujud syukur*
Syuting pun udah hampir dekat. Lokasi di Ciung Wanara. Target saya minggu 6 April udah mulai syuting. Semua barang2 yang saya punya yang kira2 kepake saya bawa ke seksi properties, ditimbun dirumah perjojoan. But God’s plan is not always in one way with ours. Minggu 6 april cuma bisa berkumpul bareng di perjojoan dengan rundingan terakhir. Karena sebagian properties blm ngumpul. Kostum juga ada yang belom dapet. Target yang udah saya susun dari duluuuuuuu sekali harus kandas ditengah jalan, padahal udah disusun dari jaman nenek moyang kita seorang kapiten mempunyai pedang panjang, lebih tua lagi dari seorang pelaut (lupa lirik lagunya deh) *mulai laparrrr*

It’s ok, aku rapopo, teu nanon, gapapa, daijobu. Meskipun masih shock karena target ga tercapai (alay banget dah), tp saya tetep keep positif. Dan akhirnya kami nentuin kembali jadwal syuting. Kamis 10 april, adalah hari yang dirasa cocok untuk pergi berenang karena terik matahari lagi seger2nya, walaah, maksudnya syutingnyaaaa bkn berenang.

Hari kamis sebenernya ada makul micro teaching-nya pa misbah sih, tp setelah dapet ijin pindahin jam tayang, beliau setuju. Thanks God! Mr. Misbah is a kind person. Mumumumu.. *ciumin anaknya pa misbah* (itu aja aku sms dia berparagraf2 ria coy, dia balesnya Cuma 1 phrase -____-) shit whatever...

Here we go karangkamulyan, jadwal syuting jam 8, tapi jam 9 belom pada dateng. WELCOME TO INDONESIA!! Belom lagi nungguin surat ijin syuting yang lagi di ambil ke dinas pariwisata deket Islamic Center sama apdan, si KM yang mulai killer (kurasa kupingnya lagi panas sekarang. Wkwkwk..)

Untung dimasjid ada banyak meong buat dimainin biar ga bete, kalo engga udah saya semburin satu2 anak2 yang udah dateng pake omelan maut. Wahaha.. (berterimakasihlah pada kucing2 lucu itu). Eh sempet poto2 juga sama meongnya iniiii... manis kaaaan.. orangnyaaa.. *salah fokus*


Dan udah jam 10 lewat barulah para biri-biri mulai berdatangan. Tinggal sisa 2 ekor, ekor2 ini emang udah pesen mau berangkat siang soalnya ada kepentingan. Akhirnya masuklah kami berduabelas ke situs bersama bergumpal2 properties embel2 dan tetek bengeknya.

Pas masuk sih ditanya sama petugasnya mau ditemenin guide ga, solanya ntar takut para fans (baca:monyet) mengerubungi kita para artis yang mau syuting getoloooh. Uhuuuk.. kami kira ga usah lah yah, ntar malah canggung lagian pasti harus ada fulus. Nyampe posko 1 sih dianterin soalnya pas masuk udah diliatin para fans gitu. Ampuuuun, rujit yah kalo jadi artis terkenal gini(fansnya para monyet. Wkwk).

Dan tibalah kita diposko 2. Ga ada orang. Kami rasa disini tempat yang tepat untuk syuting. Lalu kami benahi kantong2 kresek (kek pemulung gini) yang kami bawa. Ketika yang lain mulai shyibuk berdandan, saya dan anak2 cowo mendekor -__- ga lama setelah itu kejadian menegangkan terjadi..

As i said before, we are actresses, so there must be fans yelling us(uwouwouwooo.. kepedean). Tapi yang ini dikerubungi sama monyet. Satu persatu mereka mulai berdatangan. Ada yang gedenya juga. Anak2 cewe mulai menjerit dan ini yang paling bikin saya kaget. Daripada kaget sama suatu kejadian saya suka lebih kaget lagi kalo denger suara jeritan, sumpah -___-

Kami mulai berkumpul membuat lingkaran dengan tidak membelakangi para monyet. Di barisan depan tim melindungi lingkaran ada hendarli, saya dan apdan yang kayanya juga ketakutan kaya anak cewe. Waktu itu saya pengen ketawa tapi bukan saatnya (dan sekaranglah saatnya. Nyahahaha.. uhukk)

Pernah saya nyesel. Saya ngambil bambu yang dipegang hendarli terus saya gebrak ke arah si monyet gede. Mukanya marah, dan anak2 mulai menjerit. Dari situ ada tekanan yang bikin saya bergejolak hebat. So so-an banget gue kaya superhero. Kalo ada salah satu anak2 yang diserang monyet gara2 saya gebrakin kaya tadi gimana. Ga akan berenti saya nyeselin dan ngerasa bersalah kalo sampe kejadian.

Akhirnya saya kembaliin lagi itu senjata ke hendarli. Dan saya cuma pegang gunting, untuk jaga2. Lalu mengajak bicara para monyet sedikit. Kami ga bisa kaya gini terus. Akhirnya karin sama hendari mulai memisahkan diri mau kedepan nyari pertolongan. Tapi para monyet mulai melirik dan mendekat, akhirnya karin sendirian yang terpisah. Hendarli kembali ke perkumpulan. Bayangin aja karin sendirian hampir dikerumuni para monyet, dan anak2 mulai berteriak lagi -__- sayapun hampir lengah karena menghadapi para monyet lain. cuma bisa ngeliatin karin dikerubung 3 sampe 4 kera. Tapi dia Cuma ditoel doang. Setelah keadaan memungkinkan dia mulai pergi mencari bantuan. Untung ga ada monyet yang ngikutin dia kedepan. Thanks God! T^T *nangis darah*

Dan kami masih disini, membetuk lingkaran dengan formasi saya dan hendarli di depan (si apdannya udah mulai nyungsep ke lingkaran para cewe). Pokonya kesisi manapun monyet gede yang tadi saya gebrakin itu pergi, saya ikutin dia. Maksudnya kalo dia kedepan saya juga ikut kedepan, dia kebelakang saya juga kebelakang. Pokonya dia harus berhadapan dulu sama saya sebelum berhadapan sama temen2. Saya gamau terjadi apa2 sama mereka *lalu mata pembaca berkaca-kaca*

Sempet ngajakin ngomong sama mereka “jangan nakal, ga boleh gitu, kita ga bawa apa2, entar aja ya” tapi nada manisku masih ada loh, ga takut gitu. Aku kan penyayang binatang ;) *dzing*

Sekilas sambil baca doa menjinakkan binatang. Tp saya lebih apdol kalo sambil nyentuh hewannya. Kalo saya sentuh monyetnya ga mungkin juga dong entar malah diserang -__- akhirnya ditiupin aja ke arah dia. Kita juga harus ada kontak mata. Tapi dia ga fokus sama mata saya. Dari hasil pengamatan(ecieee), saya bisa simpulin kalo dia dan teman2nya emang cuma kelaparan. Yang mereka liatin cuma bungkusan/keresek/kantong yang kita sembunyiin dalam lingkaran.

Dia datang semakin mendekat, naik ketempat duduk. Sekitar 50cm dari tempat saya berdiri. Dan saya harus ajak ngobrol dia meskipun seadanya. Yang bikin saya ga enak itu suara jeritan anak2 deh -_- saya nyuruh mereka diam. Kalo tereak terus ntar malah makin banyak monyet yang dateng.

Sekitar 15menit setelah itu, datanglah karin bersama guide. Yeaaay.. our real heroes are comiiiiiiiing!! Semua para monyet mundur. Dan kami akhirnya dikasi tau kalo diposko sebelah situ emang banyak yang buasnya. Ya iyalah, ditengah2 utan gitu loh, ga ada warung, sepi apalagi kalo bukan hari2 weekend. Kita juga dikasi tau ga boleh bawa keresek, meskipun isinya bkn makanan tp bagi para monyet dianggap isinya makanan. Lalu kami diantar ke Patimuan yang dianggap lebih aman dan kita syuting disana.

And yeah.. jam 12 kita baru bisa take 1. Itupun dengan susah payah dan banyak ketawanya. Anak2 masih pada trauma sama kejadian tadi. But show must go on. Karena anak2 dirasa kurang sreg berkamera. Akhirnya sebagian besar saya yang turun tangan. Dan saya memang aktif dibelakang layar. Like a boss! -__-

Sampe sore jam 3 udah ampir gelap, langit mulai mendung dan cuaca sepertinya ingin menangis. Kami berhenti take karena emang kecerahan ga mendukung, gelap banget kalo divideo.
Dan akhirnya turun hujan. Take kita belom selese semua akhirnya dengan kesepakatan bersama, hari minggu nanti kami syuting lagi, disana. Harus ilangin trauma dong ya anak2 ;)




Sebelum pulang kami makan2 dulu. Nunggu ujan reda terus nelpon bapa hero yang tadi buat jemput (sett dah... ude kaya artis beneran minta dijemput). Masih pada trauma sama yang tadi sih. Alhamdulillah semua udah pada bisa keluar sambil ditemenin bapa hero.

Kami keluar sekitaran jam setengah 5. Ujannya masih ada meskipun ga deres. Tp kayanya ga bakal surut2 jadi saya pulang duluan. Kalo ga dipaksa gitu gatau saya bisa pulang kerumah jam berapa. Asik banget kan nostalgilaan ujan2an dijalan, inget masa kecil suka dimarahin mamah bapa. Huehehe..

Nah, ada banyak hikmah yang kami dapetin dari sini, khususnya bagi saya. Sebenarnya masih banyak juga cerita lucunya tapi karena tulisan ini udah mau 5 lembar ms.word jadi saya mau udahin aja takut yang baca pada muntah ngeliat tulisan banyak gini. Hehehe..


So, there are some advices we can reach in some problems. It depends on you can reach it or not. Keep positive guys!!! ;)

First Day of Making Drama in Karangkamulyan

Posted by : Julina
Date :Minggu, April 13, 2014
With 0komentar

Melakukan sedikit perubahan

| Senin, Mei 06, 2013
Baca selengkapnya »

Ini sudah seminggu tepat sejak ada perubahan dalam penampilan saia di kampus. Ngga kerasa ya kan *ngomong sama diri sendiri* Hehehe

29 April 2013 itu baru kesampean keinginan saia mengenai perubahan. Sebenarnya sudah ada rencana dari taun kemaren, tapi astaghfirullah, saia belum bisa mewujudkannya cepet2. Yah karena memang masih belum siap

Saia nyari waktu yang tepat dulu buat berubah (jadi kamer rider xD). Takutnya ada cemoohan sana sini, meskipun sebenarnya pasti yang ada itu pujian. Namanya juga khawatir, mendingan dibuat negative dulu dari awal. Dan akhirnya saia menemukan waktu yang tepat. 29 April, ketika suasana kampus sedang gempar2nya sama UTS.

Saia ngerasa ini waktu yang tepat, karena ketika penampilan saia berubah (lagi2 jadi kamen rider) mereka akan fokus pada soal UTS bukannya sibuk ngeliatin penampilan kamen rider saia xD

Dan yahh, awalnya ketika saia masuk kelas semua mata memang tertuju pada saia dengan wajah berseri (maksudnya ikut gembira bukannya ngeledek). Oia, sebelum masuk kelas saia janjian dulu sama Widi buat berangkat ke kampus bareng. Biar saia ga terlalu canggung berangkat sendirian dengan penampilan kamen rider baru ini. Thanks for Widi yang ngga menertawakan *kissu kissu Widi*. Dialah orang pertama dikelas yang tau penampilan baru saia, dia juga yang bisa dipercaya, setelah teh Ayu, orang pertama yang tau. Wkwkwk..

But the last, im really glad i can change this. Even just a little i can change, it doesn’t matter. Let’s change it step by step until everyone doesn’t aware i have changed a lot.

Melakukan sedikit perubahan

Posted by : Julina
Date :Senin, Mei 06, 2013
With 0komentar

Nunggu apa?

| Selasa, April 30, 2013
Baca selengkapnya »


“Sebenarnya kenapa saia masih menunggu?”
Ngga habis pikir selama hampir setaun pertanyaan yang muncul memang seperti ini terus. Dan saia masih belum menemukan jawabannya. Kejadian taun silam itu selalu menghantui pikiran dan selalu bikin saia kalut. Kejadian yang sebenarnya hanya terjadi sangat singkat seperti kedipan mata tapi bener-bener menimbulkan sakit yang mendalam saat itu.....

Tepat setaun silam, ada seekor lebah berpenampilan polos namun menarik. Dengan tubuh yang kurus kecil lelah setelah hampir 2 tahun terbang mengembara dan belum menemukan kuncup bunga yang berkenan memekarkan mahkotanya untuk disinggahi, ia tertarik oleh sebuah bunga suram yang masih menutup kuncupnya namun terlihat berbeda dari yang lain. Akhirnya ia mendekati sang bunga dan mulai memperkenalkan diri.

Bunga suram pun memberi perhatian pada perkenalan sang lebah itu. Dalam beberapa situasi ia mampu membuat lebah tertawa terpingkal-pingkal karena tingkah lucunya saat itu. Namun bunga tetap menjaga jarak, baik dalam hal perkataan dan tingkahnya terhadap lebah. Ia hanya malu, malu dengan titel suram yang ia bawa dalam dirinya. Hingga suatu hari...

Sang lebah meminta izin untuk singgah bersama dengan sang bunga. Ia ingin masuk kedalam mahkota sang bunga dan singgah disana sehingga bunga harus membukakan kuncupnya untuk lebah. Bunga memang merasa tertarik pada lebah sejak awal pertemuan mereka. Betapa bahagianya hati bunga ketika lebah menyatakan ingin ia singgah bersamanya. Tanpa pikir terlalu panjang bunga bersedia membukakan kuncupnya untuk sang lebah. Namun satu hal yang membuatnya ragu, “apakah bunga suram ini pantas untuk disinggahi lebah yang menarik sepertinya?”. Lebah tak mempedulikan sesuram apapun bunga itu, ia percaya pada sang bunga dan mencintai segala kekurangan yang ia miliki. Dan akhirnya bunga membukakan kuncup dengan pelan namun pasti untuk sang lebah.

Setiap hari waktu yang mereka habiskan adalah candaan, keceriaan, kebahagiaan. Mereka benar-benar menikmati keadaan ini. Lebah menceritakan kisah petualangannya selama 2 tahun yang rumit dan tak bisa menemukan tempat untuk bersinggah pada bunga. Kemudian  lebah ingin mengetahui si bunga lebih jauh lagi.

Lihatlah! Warna bunga suram sedikit demi sedikit mulai menjadi cerah karena lebah. Meskipun banyak keceriaan yang bunga dapatkan dari lebah, ia tidak bisa membukakan hatinya secara langsung, ia butuh adaptasi dan kesiapan yang matang untuk memperkenalkan dirinya lebih jauh. Ia tidak mau terjadi suatu hal yang dapat menghancurkan dinding kegelisahannya terbuka karena hal ini. Tak henti-hentinya lebah meyakinkan bunga bahwa ia mencintai semua kekurangannya. Perlahan bunga berusaha menepis semua perasaan khawatir yang membelenggu dalam dirinya demi lebah yang sepenuhnya percaya pada dirinya. Ia tak mau mengecewakan lebah dan dirinya sendiri. Dan hubungan di antara keduanyapun semakin erat.

Suatu hari lebah sedang sibuk membereskan peralatan petualangannya. Bunga yang ingin mengajak bicara tidak mau mengganggu lebah yang keliatannya sedang berkonsentrasi penuh pada pekerjaan itu. Ia pun memperhatikan dari jauh sang lebah menyelesaikannya lalu menunggu untuk berbicara seperti biasa setelah membereskan semua. Bunga terus menunggu dan menunggu. Namun lebah belum juga berbicaranya hari ini, besok, bahkan lusa dan mungkin besok lusanya lagi. Sampai beberapa hari ia tetap menunggu, hasilnya tetap saja. “Apakah lebah masih belum selesai dengan pekerjaannya?” tanyanya dalam hati. Ia takut mengganggu namun ia bimbang dan rindu pada sosok yang membuatnya ceria seperti biasa.

Dan akhirnya ia sadar, atmosfer diantara keduanya memang terasa berbeda. Tidak seperti dulu lagi yang selalu ceria bersama, menghadapi dunia bersama. Dan astaga! Besok adalah hari ulang tahun bunga. Hingga sampai besoknya, lebah hanya memberikan sapaan pendek dengan ucapan selamat ulang tahun. Dingin yang bunga rasakan. Ia merasa warna mahkotanya kembali memudar menjadi suram, semakin suram secara pelahan.
Bunga tak mau hal ini, dan akhirnya murung. Hingga akhirnya ia tau bahwa tujuan lebah sibuk membereskan perlatannya dihari lalu karena ia akan segera pergi untuk berkelana kembali. Bagaimanapun, kata singgah memang hanya untuk sementara. Bunga harus merelakan lebah pergi, bahkan ia lah yang memintanya pergi. Bunga mengerti, memang tak ada yang mampu mencerahkan kesuramannya secara keseluruhan. Ia juga sadar ada beberapa perbedaan antara dirinya dan lebah. Ia tak mau menyusahkan lebah dengan keadaan suramnya. Ia mengerti, sangat mengerti! Dan saatnya bunga meminta lebah pergi berkelana hingga ia menemukan bunga yang lain untuk disinggahi ketika ia lelah nanti.

Hingga setaun ini, meskipun masih dalam keadaan kuncup tertutup, sang bunga masih terus menunggu lebah mengetuk kuncupnya, terus menunggu. Tapi ia selalu berusaha membohongi dirinya, “dia tidak akan datang lagi, kau adalah bunga suram, ingatlah pada peranmu itu!”. Hari demi hari, kuncup itu semakin tertutup, meskipun masih ada sebersit harapan kosong yang membuatnya  merasa menunggu sesuatu yang tidak akan datang........

Hei kamu lebah yang disana! Ini sudah setahun sejak perkenalan pertama kita ya.. kamu pasti tumbuh semakin dewasa dan hebat, yang mampu menaklukan bunga-bunga lain disana. Bagaimana menurutmu? Apa bunga suram ini keliatan bodoh karena masih mengharapkan kedatanganmu padahal kamu ngga akan datang lagi kesini? Iyah, kamu pasti ngga tau hal ini. Karena setiap hari bunga selalu membohongi dirinya sendiri, kamu ngga akan tau. Kamu ngga tau seberapa sulit untuk membohongi diri seperti ini, sakit. Tapi demi kesuksesanmu bunga rela membuat warnanya kembali suram dan ngga akan mengganggumu. Temukanlah bunga lain yang bisa kamu singgahi ketika kau lelah untuk berpetualang dan menjadikannya sebagai yang terakhir bagimu. Hingga hari itu tiba, katakanlah pada dunia agar aku dapat mendengarnya meskipun hanya sebuah isu, asalkan kuat dan jelas, aku akan percaya dan mendoakan yang terbaik untukmu. Dan akupun akan ikut berbahagia untukmu. Menjaga kesuramanku hingga menemukan lebah lain yang tepat.

Sayounara ....................... lebah X

27042013-00.58

Nunggu apa?

Posted by : Julina
Date :Selasa, April 30, 2013
With 0komentar

Manfaatin jejaring sosial yook!!

| Selasa, April 23, 2013
Baca selengkapnya »

Salah satu hobi saia adalah ngobrol dengan orang asing. You know why? Because from them i know many kinds of their cultures and countries. Besides, i wanna improve my self into not to be an introvert cat >,< #eciee inggrisnya kurang keren. Wkwkwk.. yaa, pokonya menurut saia orang asing itu aneh. Soalnya mereka beda dari kita dalam beberapa hal. Misalnya cara makan, cara komunikasi, cara berpakaian, cara berkenalan, tapi cara ngomongnya sama kok dari mulut, sejauh ini saia belum pernah liat ada orang asing ngomong pake pantat xD *ooops*

Saia seneng ngobrak ngabrik hal-hal aneh yang ada pada mereka (meskipun saia sendiri orangnya introvert). Ga tau deh, pokonya seneng aja. Kalo misalnya ke pantai terus liat bule saia langsung menujukan mata tepat ke si bule (tapi ga berani ngajak ngobrol xD). Mereka menarik dan unik, mingkin karena saia sudah terlalu sering ngeliatin manusia-manusia galau dimuka bumi yang semuanya bersemayam di negara Indonesia ini, saia butuh wajah yang fresh mungkin :/

Nah, gimana ceritanya kalo saia seneng ngubrak-ngabrik muka (?) orang asing tapi ngga berani ngobrol face to face? Jawabannya adalah.... jeng jeng jeeeeeeeeeeeng *tabokin kendang pa haji* jejaring sosial. Facebook adalah pilihan utama saia untuk menjalankan rencana. Jehehehhe x)a *evil laugh*

Dibanding twitter, saia lebih sering buka facebook buat chatting sama orang luar. Lebih simple sih, apalagi kalo di twitter mah saia teh newbie jadi ga rame dan membuat  saia boring disitu. Facebook kan lumayan tuh. Kalo orang-orang biasanya pake facebook itu buat apdet status yang galau di obral, yang alay bikin orang yang baca sebal, yang ga ada kerjaan apdet status mulu meskipun apdetannya cuma sehuruppp.. ngabala hungkul dina beranda lah! (nyampah diberanda!) #biasanya langsung saia ignore tu orang xD

Okeh kita kembali ke topik. Chatting sama orang luar itu ada seneng sedihnya. Km mau baca yang mana dulu? Yang sedih apa yang seneng duluan? Yang sedih? Yang seneng? *gedein telinga ke para pembaca* Hah? Yang empuk dan mengenyangkan? Di bengkel banyak noh! (ban mobil)

Baiklah, karena biasanya lebih bagus yang enak-enak itu di akhir saia akan menceritakan kisah sedihnya dulu.. bersiaaaap? Yaakk!! *lari maraton keliling pohon cabe*

Yang paling nyebelin waktu memulai ngobrol sama orang asing itu ketika kita menunjukan kata-kata friendly charming begitu ternyata dibalesnya pake kata-kata dingin #keknya itu orang abis keluar dari kulkas -___-# bukan sm orang asing doang sih, kalo sama orang indon juga saia suka sebel digituin, dan saia memutuskan ga akan ngobrol duluan lagi sama dia (aslinya emang jarang ngobrol duluan xD). Misalnya saia nyapa dia “hello, how r u? *pake emot senyum lebar*” ternyata dia cm bales “im fine” ........!!!! *tanda tanya gede segede jidat Dedi Corbusheta* terus saia harus bales apa lagi coba? Kalo orang yang suka banyak ngobrol sih pasti bisa-bisa aja lanjutin ngobrol. Lah kalo saia yang introvert dikit ngomong kalem cool pendiem tapi menghanyutkan yang masih bisa renang bebas begini mau ngobrol apa? Langsung cabut aja deh. Trus liat profil dia ada kesamaan kesukaan apa ngga, kalo ngga ada sama sekali, langsung saia ignore deh buat apaan xP

Ada yang dikit ngomong, tentu ada yang banyak ngomong. Saia emang paling seneng sama yang tipe ini. Biar pembicaraan kita ngga monoton. Tapi lain cerita kalo ternyata ngobrol banyaknya itu ngga tentu arah, alias ZOOONK!!! Muter-muter ngobrol ini itu tapi ngga nyambung. Kewalahan jadinya dong. Malah ada beberapa cowo orang luar yang suka pervert sama saia. Wah, macem2 banget kan langsung ignore!

Tips buat kalian. Kalo mau add orang luar mending jangan yang potonya ulzzang deh. Ngga tau ulzzang? Pokonya yang potonya cakep manis imut kekorea-koreaan. Soalnya yang biasanya pasang foto ulzzang itu cuma sebagai role player alias make poto orang doang bukan punya dia. Bisa aja aslinya mukanya naudzubillah, kan ga mungkin kalo di pampangin di facebook jadi pilihan dia cuma jadi RP (RolePlayer). Kaya saia meskipun tampang jelek tapi masih ada unsure cool imut begini, saia masih ingin tetep jadi jati diri sendiri *ceelah*. Itu RP, udah pake foto orang, ngomongnya juga sedikit-sedikit -____- meskipun kadang candaan mereka lucu #pengalaman pribadi.

Makanya dulu facebook saia friendlist-nya sampe 1.700 lebih. Mulai september oktoberan saia ignorin orang-orang yang dikit ngobrol dan sekarang dengan kerja keras yang penuh dengan keringat sampe-sampe tukang pengantar pizza yang kebetulan lewat memberikan sebotol poccari sweat pada saia *aaak* friendlist saia hingga bulan April ini sudah mencapai kurang dari 450an. Hehehehehe...
Nah, sekarang bagian yang senengnya.. apa aja coba? Tentu aja yang pertama itu improving our English! Yep, that’s why i’m taking English course in JIU University now. Eh tapi emang udah dari kelas 4 SD suka sama hal-hal berbau asing sih, apalagi English. Saia paling pinter bahasa inggris dikelas waktu itu ^o^ #dulu tapi. Wkwkwk#

Dari mereka kita juga bisa tau apa aja yang ada dinegara mereka. Kek makanannya, terus tempat wisatanya, ato kadang saia juga d ajarin bahasa mereka. Lucu aja gitu. Kita juga bisa becanda. Yaa karena emang bawaan saia suka becanda sma orang, ngga ada rintangan segede tembok yang menghalangi saia buat bikin jokes lucu dalam English :p

Bakal lebih menyenangkan lagi kalo misalkan kita bisa tuker-tukeran barang sama mereka. Sayangnya saia belum pernah. Soalnya belum ada orang luar yang dekeeeeeeeeeeeeet banget, lebih deket dari tempelan lem fox. Jangankan orang luar, orang indon aja ga terlalu banyak yang dipercaya untuk deket deh..

Km tertarik ngobrol sama orang asing. Ayo manfaatin facebook km buat ngobrol sama mereka. Ya itung-itung sambil belajar bahasa Inggris. Inggris itu penting, biar kita tau perkembangan dunia itu kaya apa. Biarpun mainnya disawah terus, tapi kalo ditanya perkembangan penjualan padi sedunia paling pinter jawab, kan keren tuh xD daripada bikin status-status ga jelas ya kan. Nothing in this world is useful until you find the other side :)

Manfaatin jejaring sosial yook!!

Posted by : Julina
Date :Selasa, April 23, 2013
With 0komentar
Prev
▲Top▲